Breaking News:

Berita HSU

VIDEO DP3A Kabupaten HSU Optimalkan Fasilitas Kesehatan Layak Anak

Menambah kualitas pelayanan dan ramah anak, Dinas PPPA Provinsi Kalsel dan DP3A Kabupaten HSU beri pendampingan pada puskemasn layak anak.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Seluruh puskesmas di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, sejak 2017 sudah menjadi Puskesmas Layak Anak.

Untuk menambah kualitas pelayanan dan ramah anak, dilakukan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan pendampingan kota layak anak (KLA) klaster Kesehatan Kesejahteraan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi, mendapat dukungan dari DP3A HSU dengan bekerja sama Lembaga masyarakat, Posyandu, dunia usaha dan media masa. 

Kegiatan ini untuk meningkatkan pemenuhan hak dalam pemenuhan fasilitas layak anak, baik di lingkungan kesehatan maupun masyarakat. 

Baca juga: Diduga Lakukan Penganiayaan, Mantan Mertua Diamankan Unit Jantanras Polres HSU

Baca juga: Tiga Calon Pekerja Migran Ilegal Asal HSU Tak Mengaku ke Arab Saudi, Petugas Temukan Surat di Tas

Dikatakan Ariaty Nurjannah SSos, Kasi Pemenuhan hak kesehatan dan kesejahteraan DPPPA Provinsi Kalsel,  Puskesmas Layak Anak yang ada di Kabupaten HSU sudah lebih baik dari beberapa kabupaten lain. 

"Dengan adanya kerja sama yang baik dari seluruh pihak dan hany perlu pendampjngab mengenai teknis dalam menyiasati berbagai kendala yang dihadapi," ujarnya. 

Dalam kegaiatan diskusi salahsatu Puskesmas mengatakan masih belum memiliki sarana untuk alat bantu anak berkebutuhan khsusus.

Dan dalam kesempatan itu, diberikan pula, bimbingan bagaimana menyelesaikan masalah tanpa perlu anggaran besar.

Baca juga: Batal ke Arab Saudi, Calon Pekerja Migran Gelap Asal HSU Tunggu Jalur Resmi Dibuka

Baca juga: BREAKING NEWS - Calon Pekerja Migran dari HSU Dipulangkan Dijanjikan Penghasilan Rp 4 Juta Sebulan

Sementara itu, Kepala DP3A HSU, Gusti Iskandaria, mengatakan, seluruh puskesmas telah diberikan perhatian dalam menyediakan fasilitas ramah anak.

Dari hal kecil hingga besar, semua disesuaikan dengan aturan dalam pemenuhan fasilitasnya. 

Seperti peletakan ruang bermain anak yang tak boleh berdekatan dengan ruang TB atau penyakit pernapasan lain. Karena dikhawatirkan pasien bisa melewati area bermain anak yang menimbulkan resiko. 

"Kami persiapkan dengan detail dan rinci untuk bisa kembali mendapatkan KLA, khsusnya dibidang kesehatan yaitu dalam memberikan hak anak dalam fasilitas kesehatan," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved