Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

VIDEO Polda Kalteng Sita 31 Paket Sabu dari Kurir di Palangkaraya dan Kabupaten Kotim

Ditresnarkoba Polda Kalteng sita 14 paket sabu dari kurir yang ditangkap di Palangkaraya dan 17 paket dari kurir yang ditangkap di Kabupaten Kotim.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dua tersangka kasus sabu ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurut Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes K Eko Saputro, bersama Direktur Reserse Narkoba, Kombes Nono Wardoyo, penangkapan keduanya berdasarkan informasi masyarakat.

Ditegaskan, pihaknya terus berupaya mencegah peredaran narkoba di Kalteng dengan menguatkan komitmen untuk perang melawan peredarannya di Bumi Tambun Bungai.

"Penangkapan di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)," ujarnya.

Baca juga: Narkoba Kalteng, Satu Warga Baamang dan 15 Bungkus Sabu Diamankan Polres Kotim

Baca juga: Karyawan PT AWL Serahkan Enam Senjata Rakitan Ke Polsek Mentaya Hulu Kotim Kalteng

Ditambahkan Kombes Nono Wardoyo, pengungkapan kasus yang terjadi di dua wilayah hukum tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat kepada pihaknya, sehingga anggota bergerak untuk menggagalkan transaksi narkoba di dua daerah tersebut.

"Informasi yang diterima, kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Pelaku AN (26) kami tangkap di sebuah rumah di Jalan Simpei Karuhei Kelurahan Palangka Kecamatan Jekanraya Kota Palangkaraya. Kami sita sebanyak 14 paket sabu atau bruto 62,23 gram, uang tunai Rp 900.000, beserta barang bukti lainnya," rinci dia.

Sedangkan pelaku kedua yang diamankan, yakni HL (49) bersama 17 paket sabu atau bruto 30 gram sabu, 1 timbangan digital, 1 ponsel, beserta barang bukti lainnya.

Tersangka HL diamankan petugas di Jalan Tjilik Riwut Km 90 RT 9 RW V, Kelurahan Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim.

Baca juga: Narkoba Kalteng, Warga Kabupaten Tala Kalsel dan 8 Bungkus Sabu Diamankan di Sampit

"Ancaman hukuman pidana paling singkat enam tahun penjara dan denda minimal Rp 1 miliar yang akan diterima mereka," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved