Breaking News:

Berita Kalteng

Palangkaraya Masih Zona Merah, Wali Kota Gandeng Pengurus Masjid dan Musala Perketat Prokes

Wali Kota Palangkaraya ajak tokoh agama dan pengurus masjid serta musala untuk mensosialisasikan protokol kesehatan saat beribadah

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Fairid Naparin, Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menggandeng tokoh agama dan pengurus masjid serta musala untuk mensosialisasikan protokol kesehatan saat beribadah, Kamis (1/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penyebaran Covid-19 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga, Kamis (1/4/2021) masih tinggi.

Berbagai upaya dlakukan untuk menekan penyebarannya, salah satunya menggandeng pemuka agama dan pengurus tempat ibadah untuk turut mensosialisasikan Protokol Kesehatan.

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, mengakui, hingga saat ini  penyebaran Covid-19 Kota Palangkaraya masih tinggi bahkan Kota Palangkaraya masih masuk zona merah penyebaran Covid-19 paling tinggi dibandingkan 13 kabupaten lainnya yang ada di Kalteng.

Fairid meminta para pengurus dan pemuka agama di Palangkaraya kembali memperketat penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Baca juga: Kota Palangkaraya Satu-satunya Wilayah di Kalteng yang Zona Merah, Warga Banyak Abaikan Prokes

Baca juga: Daerah di Kalsel yang Berzona Merah dan Oranye Tak Diperkenankan Gelar PTM

Baca juga: Terapkan PPKM di Palangkaraya, Tim Satgas Covid-19 Fokus di 14 Kelurahan Zona Merah

Karena saat pelaksanaan salat di masjid atau mushola, ternyata masih banyak jemaah yang tidak pakai masker atau mengabaikan Protokol Kesehatan.

“Saat pelaksanaan salat berjemaah di sejumlah masjid masih  banyak jemaahnya  yang mengabaikan protokol kesehatan, sehingga ini perlu pengetatan dari pengurus masjid agar jemaah yang datang, mentaati penerapan prokes selama pelaksanaan salat maupun ibadah lainnya,” ujar Fairid saat acara orientasi dan sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19.

Dalam acara tersebut hadir para tokoh agama dan pengurus Masjid dan Mushola di Palangkaraya, agar penerapan Protokol Kesehatan di Masjid dan Mushola lebih ketat lagi.

Baca juga: Berstatus Zona Merah, Pembelajaran di Kotabaru Tetap Berlangsung Daring

Dia meminta pengurus Masjid, untuk benar-benar memperhatikan penerapan Protokol Kesehatan di Masjid saat pelaksanaan ibadah salat dan kegiatan lainnya.

"Harus dengan tegas menerapkan prokes untuk mencegah penularan dan munculnya klaster covid-19 , agar tidak terjadi penyebaran virus corona," ujarnya seraya jika ada yang tertular masjid akan ditutup sementara waktu. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved