Breaking News:

Berita Palangkaraya

Seluruh Personil Polda Kalteng Wajib Pakai Baju Anti Peluru dan Bersenjata Lengkap

Polda Kalimantan Tengah memberlakukan siaga satu untuk mencegah terjadinya serangan teroris paska aksi teror yang dilakukan di Mabes Polri.

Foto Humas Polda Kalteng
Petugas saat memeriksa warga yang ingin berurusan di Mapolda Kalteng di Jalan Tjilik Riwut kilometer 1 Palangkaraya 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Polda Kalimantan Tengah memberlakukan siaga satu untuk mencegah terjadinya serangan teroris paska aksi teror yang dilakukan di Mabes Polri.

Semua tamu masuk Mapolda di Jalan Tjilik Riwut kilometer 1 wajib meninggalkan barang bawaanya di pos penjagaan pintu gerbang untuk berurusan di Mapolda.

Pengamanan dilakukan pada objek vital dan markas komando.

Sejumlah pos penjagaan masuk ke Markas Komando Polda Kalteng ditutup oleh barikade untuk meminimalisir aksi radikal yang tak terduga yang bisa saja terjadi sehingga diantisipasi sejak dini oleh petugas.

Seluruh pengendara dan warga yang masuk dan melewati pos diwajibkan untuk diperiksa dan tidak diperkenankan untuk membawa masuk barang bawaannya. Pengamanan ketat juga dilakukan di sejumlah objek vital dan pusat keramaian.

Baca juga: Pasca Teror di Mabes Polri, Tiap Sudut di Mapolres Tanahbumbu Kalsel Dijaga Ketat

Baca juga: Aksinya Serang Mabes Polri Bikin Gempar, Lone Wolf Zakiah Tinggalkan Wasiat, Nama Ahok Disebut

Baca juga: Mabes Polri Diterobos Teroris, Polda Perketat Pengamanan di Mapolda Kalsel, Polres dan Polsek

Baca juga: Sosok yang Terobos Mabes Polri dan Ditembak Polisi Diduga Perempuan, Area Penembakan Disterilisasi

Wakapolda Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi, memerintahkan, seluruh personel diwajibkan untuk menggunakan rompi anti peluru dan mengenakan senjata lengkap ketika bertugas.

“Peningkatan kewaspadaan dalam pelaksanaan tugas harian diberlakukan sejak siaga I. petugas tidak diperbolehkan bertugas seorang diri dan harus bekerja secara tim,” ujar Polwan ini.

Ida Oetari, juga menekankan pengamanan dan penjagaan tempat ibadah yang akan melaksanakan ibadah Jumat Agung.

"Pengamanan dilakukan secara ketat untuk meminimalisir terjadinya hal tak terduga, kendaraan nantinya tidak akan memasuki area tempat ibadah di gereja," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam menjalankan tugas semua personel harus benar-benar aman."Tim gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolair, Ditlantas dan CRT melakukan patroli besar ke sejumlah wilayah dalam rangka deteksi dini ancaman tindakan radikal susulan.

Anggota gabungan juga dikerahkan untuk menjaga dan mensterilisasi gereja yang akan melaksanakan ibadah Jumat Agung menghadapi paskah," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved