Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Polresta Banjarmasin Tangani Insiden Keributan di Jalan Prona 1

Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo, bubarkan keributan di halaman Masjid Nurul Iman, Jalan Prona I. Bawa pihak bersitegang ke polresta.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Terjadi cekcok antara seorang warga dengan seorang anggota Tim Divisi Hukum Paslon Nomor Urut 2 di Pilgub Kalimantan Selatan, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D).

Insiden tersebut berlangsung di halaman Masjid Nurul Iman, Jalan Prona I, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (31/3/2021).

Satu warga tersebut adalah Salman, tinggal di kawasan Jalan Prona 1 Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Sedangkan pihak lainnya adalah Jurkani. 

Dari sejumlah video yang beredar di grup Whatsapp, Salman atau sering disapa Aman mengaku sempat dipukul  hingga menyebabkan bibirnya berdarah.

Baca juga: Nikmati Akhir Pekan di Banjarmasin dan Gratis Perjalanan ke Wisata Pasar Terapung

Baca juga: Juri Naga Banjarmasin Keren, Ingin Kembalikan ke Pemilihan 1983

Menurut Aman, kejadian berawal saat berada di Masjid Nurul Iman yang saat itu kebetulan sedang dikunjungi Cagub Kalsel dari Paslon H2D, H Denny Indrayana beserta tim.

Setelah salat subuh, Aman mengaku disenggol menggunakan kaki dari belakang oleh Jurkani. Lalu keduanya ke luar masjid. Saat di luar masjid, insiden tersebut diduga terjadi.

“Masker saya dilepasnya, putus. Lalu langsung dipukulnya. Dibilang penyusup, padahal saya warga sini," kata Aman.

Sejumlah jemaah masjid dan warga segera menenangkan situasi. Kemudian, belasan polisi dipimpin Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo, tiba di lokasi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Dinkes Banjarmasin akan Menggandeng Pemuka Agama

Baca juga: Manis Legit Bisnis Kurma Saat Ramadhan, Begini Kata Pedagang di Martapura dan Banjarmasin

Saat dikonfirmasi, AKBP Sabana, mengatakan, sejumlah pihak terkait diajak ke Polresta Banjarmasin untuk menyelesaikan persoalan jika terjadi kesalahpahaman.

"Kami ke sana tadi membubarkan karena ada keramaian. Ternyata pengakuan seorang warga, ada diduga insiden pemukulan," katanya.

Sementara itu, H Denny saat dikonfirmasi mengakui terjadi dinamika dan gesekan-gesekan saat bersama tim melaksanakan kegiatan subuh di Masjid Nurul Iman.

"Kemudian saya dengar ada dinamika gesekan-gesekan, pancingan-pancingan di luar yang tadi sudah coba di netralisir oleh aparat kepolisian. Kita semua menjaga suasana tetap kondusif. Kalau ada proses hukum, kita serahkan ke pihak kepolisian," ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved