Breaking News:

Tambang Oranje Nassau

Wisata Kalsel, Kisah Heroik di Situs Tambang Oranye Nassau Pengaron Kabupaten Banjar

Benteng Nassau di Pengaron semasa Belanda diserang Pangeran Antasari, Demang Lehman dan 300 pejuang. Berkobar Perang Banjar 1859 sampai dengan 1905.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Papan petunjuk cagar budaya di kawasan tambang Oranje Nassau di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA  - Runtuhnya benteng Oranje Nassau atau lokasi tambang batu bara Belanda di Pengaron diceritakan dalam prasasati yang dibangun Pemerintah Kabupaten Banjar.

Prasasti itu menulis diawali dari culas atau curangnya kolonial menyepakati perjanjian sewa lahan atas eksplorasi batu bara.

Lokasinya kini, yaitu di Dusun Bawah Jati, Desa Pengaron Seberang, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Dulu, wilayah setempat merupakan tempat mengeksploitasi batu bara yang pertama oleh Belanda di wilayah Kalimantan, bahkan di Indonesia.

Baca juga: Wisata Kalsel : Oranje Nassau Disebut Tambang Batubara Tercanggih dan Ramah Lingkungan di Eranya

Langkah awal yang diambil pemerintah Belanda adalah dengan menyewa tanah milik Pangeran Mangkubumi Kencana, pada masa Sultan Adam masih bertahta, sebesar 10.000 gulden setahun.

Pada 28 September 1849 , Gubernur jenderal Jan Yakub datang ke Pengaron meresmikan benteng Oranje Nassau. Saat itu, kawasan Oranje Nassau masuk Karesidenan Kayutangi Kesultanan Banjar.

Pembukaan tambang batu bara Hindia Belanda pertama dinamai Oranje Nassau atau Benteng Emas yang mana seluruh hasil tambangnya digunakan untuk keperluan militer Belanda.

Di masa Kerajaan Banjar, wilayah Pengaron menjadi di pusat dagang Belanda.

Baca juga: Wisata Kalsel, Tambang Oranje Nassau di Pengaron Kabupaten Sering Dikunjungi Pelajar

Baca juga: Wisata Kalsel : Tambang Oranje Nasau, Lokasi Proyek Kereta Api Angkutan Barang Pertama di Indonesia 

Dalam perjalanan waktu, pada akhirnya Pangeran Antasari menjadikan wilayah ini sebagai basis perang terbuka.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved