Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Olah Limau Kuit Jadi Minuman Segar Menyehatkan, Bu Mun Ingin Produknya Jadi Oleh-oleh Khas Kalsel

Bum Mun mengolah limau kuit menjadi minuman segar menyehatkan. Kini, Ia berharap produknya itu jadi oleh-olah khas Kalsel

istimewa
Bu Mun yang bernama asli Sulistiyoningsih memperlihatkan minuman segar menyehatkan yang dibuat dari Limau Kuit, Jumat (2/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Limau kuit adalah jeruk khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yang biasa dipakai sebagai penyedap rasa pada makanan berkuah atau sambal.

Selain itu, belum ada pemanfaatan lain dari jeruk berkulit kasar ini. 

Nah, di tangan Bu Mun, warga Jl Sidorejo Banjarbaru, Kalsel, limau kuit diolah menjadi bahan konsumsi bentuk lain yaitu minuman herbal untuk kesehatan. 

Motivasi Bu Mun mengolah sirup limau kuit karena ia memang suka meramu aneka rempah  minuman herbal, sebelumnya ia membuat jamu-jamuan yang dikemas serbuk. 

Baca juga: Kuliner Kalsel - Kreasi Minuman Choco Banana Milk Ala Dapoer Everywhere

Baca juga: Terdampak Banjir, 4.662 hektar Jeruk Kalsel Rusak, Ini Langkah Pemerintah

Baca juga: Sebanyak 800 Pelaku IKM Makanan dan Minuman di Kalsel Telah Ajukan Sertifikat Halal

Yakni produksi serbuk jahe merah, kunyit asam, kunyit mangga, kunyit putih, temulawak, selain itu juga kopi rempah Kalimantan dan juga kecap limau kuit.

"Limau kuit cukup banyak di Kalsel. Buahnya berlimpah dan hanya digunakan untuk penyedap rasa untuk makanan berkuah macam soto dan sambal. Lantas daripada buahnya masih berlimpah lebih baik dimanfaatkan untuk olahkan lain yaitu sirup," jelasnya. 

Bu Mun yang bernama asli Sulistiyoningsih, kemudian mulai mengolah minuman tradisional pada 2016. Modal awal satu juta rupiah untuk beli botol kemasan dan lainnya. 

Pengolahan secara manual, tanpa bahan kimia dan bebas pengawet. Proses pengolahan dibantu empat anaknya, suami dan karyawan tiga orang. 

Proses diawali memeras jeruk, kemudian disaring dan direbus, selanjutnya dicampur gula agar ada rasa manis selain rasa asam dari jeruk. Setelah disaring lagi, barulah dikemas ke botol dan ditempel label. Dipilah dan di-packing. 

Ternyata respon pasar sangat bagus. Bu Mun kemudian melengkapi legalitas dengan Izin PIRT dan Sertifikat Halal MUI, HAKI Indonesia dan IUMK. 

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved