Breaking News

Melawan Kepunahan Kesenian Banjar

Mukhlis Maman Pertahankan Alat Musik Khas Kalsel, Kuriding dari Kepunahan

Bentuknya mirip harmonika, alat musik khas Kalsel Kuriding, terancam kepunahan, namun Mukhlis Maman tak lelah mempertahankannya

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawula muda di Kalimantan Seatan bila menyebut salah satu kesenian Banjar, Kuriding, pasti banyak yang tak mengetahuinya.

Generasi sekarang lebih mengetahui budaya K-Pop asal Korea Selatan maupun dance dari Amerika.

Walau pun demikian, Maestro Kuriding, Mukhlis Maman terus berupaya 'menggemakan kesenian Kuriding supaya tidak punah tergerus oleh kesenian modern.

Kuriding merupakan alat musik unik, bentuknya kecil, seukuran harmonika, dimainkan dengan cara ditempel di mulut, kemudian ada tali yang ditarik-tarik untuk memainkan nada.

Baca juga: Melawan Kepunahan Kesenian Banjar, Hidupkan Bagandut Lewat Tari Kreasi

Baca juga: Bapandung, Seni Tutur Kalsel yang Hampir Punah, Syukur Mencari Penerus Pamandungan

Adapun bahan membuat kuriding adalah dari pelepah aren.

Dibentuk menjadi kuriding, ukuran standar panjang 15 sentimeter dan lebar 1,5 sentimeter.

Mukhlis juga membuat nada standar, supaya nada kuriding bisa berpadu dengan alat musik tradisional maupun modern.

"Sejak anak-anak saya memainkan Kuriding dan mulai intens ingin melestarikannya di tahun 2013. Saya membuat, memainkan dan mengajarkan supaya kesenian tak punah," ungkapnya.

Julak Larau, panggilan akrabnya menambahkan, upayanya membuahkan hasil.

Jurusan Sendratasik FKIP Universitas Lambung Mangkurat, juga menjadikan Kuriding sebagai alat musik tradisi yang harus dikenali.

Upaya lain dilakukan Julak Larau dengan berinisiatif menjadikan 4 Mei sebagai Hari Kuriding agar dikenal lagi secara luas dan dirayakan setiap tahun atau tak patah seperti dalam sebuah syair lagu Banjar.

Berkat melestarikan keberadaan alat musik tradisi, Julak Larau mendapatkan anugerah maestro dari Festival Payung Indonesia bulan September 2016.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved