Breaking News:

Banjir Kalsel

Banjir Kalsel, Desa Masiraan Kabupaten HST Terendam, Tanaman Padi Kembali Terancam Poso

Banjir di Barabai sudah kering. Namun, air limpahannya kini mengalir menuju Desa Masiraan dan Desa Jaranih Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah.

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
Foto Plt Kades Masiraan untuk Banjarmasinpost.co.id
Banjir masih merendam kawasan rumah warga di Desa Masiraan, Kecamatan Pandanwan, Hulu Sungai Tengah, Minggu (4/4/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Banjir di Barabai sudah kering. Namun, air limpahannya kini mengalir menuju Desa Masiraan dan Desa Jaranih Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah.

Tiap kali banjir di Barabai, kedua desa itupun tergenang lebih lama. INformasi yang diperoleh banjarmasinpost.co.id, Minggu (4/4/2021) pagi tadi Desa Jaranih RT 4 dan masiraan masih terendam.

“Selain menggenangi jalan desa, ada beberapa rumah warga kemasukan air,”ungkap warga setempat. Dijelaskan, genangan air terjadi sejak Sabtu kemarin. Kondisi yang sama dialami warga Desa Masiraan, yang tiap tahun tergenang cukup lama.

“Sejak Jumat kemarin, desa kami sudah menerima limpahan air dari Barabai. Sampai sekarang, jalan masih tergenang sekitar 40 sentimeter, Tapi tak sampai mengungsi. Banjir sebelumnya kami mengungsi ke Gedung Serba Guna Kasarangan, karena lebih dekat dibanding ke Pandawan,”ungkap Plt Kades Masiraan Syamsudin kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca juga: Banjir Kalsel, Belum Sebulan Dibangun Poliban, Jembatan Darurat di HST Diterjang Arus Deras

Baca juga: Banjir Kalsel, Mahasiswa JMB Desak Pemkab HST Percepat Pemulihan Pasca Banjir

Baca juga: Banjir Kalsel, Sungai Riam Kiwa Meluap di Desa Pengaron, Warga Kecamatan Martapura Waspada

Baca juga: Banjir Kalsel, Pasca Hujan Deras Jalan Raya Berangas Tertutup Lumpur, Puluhan Rumah Terendam

Dijelaskan, sejumlah rumah warga Masiraan juga kemasukan air. “Naiknya air cukup lambat dibanding banjir bandang Januari lalu. Tapi surutnya pun lambat.

Banjir masih merendam kawasan rumah warga di Desa MAsiraan, Kecamatan Pandanwan, Hulu Sungai Tengah, Minggu (4/4/2021).
Banjir masih merendam kawasan rumah warga di Desa MAsiraan, Kecamatan Pandanwan, Hulu Sungai Tengah, Minggu (4/4/2021). (Foto Plt Kades Masiraan untuk Banjarmasinpost.co.id)

Saat banjir bandang, hampir setengah bulan baru surut ,”tambah Syamsudin. Menurut Samsyudin, meski banjir kali ini tak separah Januari lalu, namun kembali mengancam tanaman padi.

“Tanam pertama hampir semua tanaman padi rusak. Setelah pembagian bibit oleh Dinas Pertanian pasca banjir bandang, warga petani di desa kami kembali tanam. Sekarang sudah tiga hari terendam. Semoga saja tidak membusuk,”katanya.

Diakui untuk bantuan sembako dan kebutuhan lainnya pasca banjir Januari lalu, sudah diberikan para relawan.

Meski terendam cukup lama, tak ada rumah warga Masiraan yang sampai hanyut terbawa arus air.

“Paling rusak ringan kerana lama terendam air,”kata Syamsudin.

Masiraan adalah desa di datarang rendah Kecamatan Pandawan, yang tiap kali banjir di Barabai terimbas. Terletak di pinggir sungai, desa tersebut merupakan tempat turunnya air, sehingga jika terendam minimal satu minggu. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved