Breaking News:

Berita Banjarbaru

Fakultas Kehutanan ULM Akan Gelar Kuliah Bersama dengan 3 Kampus Lain

Penyelenggaraan Mata Kuliah Perlindungan Hutan secara bersamaan akan melibatkan dosen dan mahasiswa FHut ULM, Unila, Unismuh Makassar, Unhalu Sultra.

FAKULTAS KEHUTANAN UNTUK BPOST GROUP
Fakultas Kehutanan ULM Kalimantan Selatan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Haluoleo (Unhalu) Sulawesi Tenggara dan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Sulsel jalin kerja sama, 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Institusi perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk menjalankan Tri Dharma yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. 

Seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman, perguruan tinggi diharuskan untuk mengaplikasikan Tri Dharma dengan menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Menindaklanjuti kebijakan MBKM ini, empat fakultas dari empat perguruan tinggi, yakni dari Provinsi Kalimantan Selatan, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, menjalin kerja sama.

Masing-masing, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalsel, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Haluoleo (Unhalu) Sultra dan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Sulsel.

Mereka kemudian menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama oleh dekan masing-masing untuk berkolaborasi mengimplementasikan MBKM.

Acara virtual yang dibuka Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa, dihadiri Dekan Fakultas Kehutanan ULM Kissinger, Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo Aminuddin Mane Kandari dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar Andi Khaeriyah, para wakil dekan, ketua jurusan/program studi, dosen dan mahasiswa.

Mereka meyakini, kunci keberhasilan implementasi kebijakan MBKM di sebuah perguruan tinggi adalah adanya keberanian dalam mengubah pola pikir, dari pendekatan kurikulum berbasis konten yang kaku menjadi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang adaptif dan fleksibel untuk menyiapkan mahasiswa menjadi insan dewasa yang mampu berdikari. 

Dengan demikian, implementasi kebijakan MBKM diperlukan adanya kolaborasi dan kerja sama dengan mitra ataupun pihak lain yang berkaitan dengan bidang keilmuannya dan turut serta dalam mendukung capaian pembelajaran yang diinginkan. 

Sebagai implementasi awal kerja sama ini adalah penyelenggaraan kuliah bersama Mata Kuliah Perlindungan Hutan yang melibatkan 499 mahasiswa dan 12 dosen pengampu dari keempat universitas tersebut pada perkuliahan semester genap 2020/2021. 

Diharapkan ke depannya akan ada bentuk-bentuk implementasi kerja sama MBKM yang saling menguntungkan masing-masing pihak, demi kemajuan sumberdaya manusia, penelitian yang berkualitas, publikasi jurnal ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. 

Koordinator Prodi Kehutanan ULM, Hamdani Fauzi, mengatakan, kerja sama lain yang segera akan ditindaklanjuti adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah yang sama dari Ke-4 prodi, penyusunan Bahan Ajar dan Seminar Nasional Hasil penelitian skripsi. 

Kerja sama yang terjalin diharapkan saling menguntungkan pihak-pihak yang terkait, yang bisa saling sinergi dan kolaborasi demi kebaikan dan tujuan bersama. 

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved