Breaking News:

Berita Kalteng

Imbauan Larangan Mudik Lebaran ke Warga Kabupaten Kotim Dilakukan Sejak Dini

Petugas Polres Kotim jauh hari imbau warga Kabupaten Kotim, Kalteng, untuk tidak mudik Lebaran 2021 yang bertujuan mencegah penyebaran Covid-19.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Dermaga penyeberangan di Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, satu tempat sosialisasi tentang larangan mudik Lebaran. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Keputusan larangan mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H dari pemerintah untuk menghindari terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19, dilakukan sejak dini oleh Satlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Beberapa warga Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotim, yang ikut kapal feri penyeberangan di Sungai Mentaya mengatakan, mengetahui adanya larangan mudik setelah ada imbauan yang dilaksanakan polisi di dermaga penyeberangan tersebut.

"Ya, benar, beberapa kali ada sosialisasi dari petugas Polres Kotim yang mengingatkan warga di dermaga kapal feri penyeberangan terkait larangan mudik. Untung anak-anak kami tinggalnya di Kabupaten Kotim semua, jadi tidak ada yang mudik," ujar Hadianoor, salah satu warga Mentaya Seberang, Minggu (4/4/2021).

Imbauan larangan mudik lebaran terhadap masyarakat yang sedang beraktivitas di pelabuhan Feri penyeberangan Sampit-Seranau Jalan Usman Harun Sampit dilaksanakan polisi agar warga mengetahuinya sejak dini, meskipun Lebaran 2021masih lama.

Baca juga: VIDEO Warga Kabupaten Kotim Menunggu Giliran Divaksinasi

Baca juga: Sejak Angkutan Sawit Masuk Jalan Kota Sampit, Sering Terjadi Kecelakaan karena Sopir Ugal-ugalan

Baca juga: Curah Hujan Tinggi Jalan Bukitrawi Kalteng Terendam, Pengendara Waspada Terjebak Lubang

Larangan mudik saat Idulfitri 1440 Hijriah yang akan datang dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotim. Ini merupakan keputusan pemerintah pusat secara nasional.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasatlantas, AKP Salahiddin, mengatakan, keputusan larangan mudik sejalan dengan kebijakan pemerintah yang harus ditaati oleh masyarakat Indonesia termasuk di Kabupaten Kotim.

"Dilakukan pembatasan sosial berskala besar, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mikro (PPKM), penguatan protokol kesehatan hingga vaksinasi, termasuk larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved