Breaking News:

Berita Ekonomi

Kebijakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Bikin Lesu Bisnis Mobil Second di Kalsel

Kebijakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), ternyata mempengaruhi penjualan mobil bekas di Kalsel.

Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
H Tusnus penjual mobil second di Banjarbaru 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebijakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), ternyata mempengaruhi penjualan mobil bekas di Kalsel.

Petugas penjual mobil bekas di showroom 99 Banjarbaru, H Yunus, menjelaskan b penjualan mobil bekas atau mobil second ada penurunan sekitar 40 persen.

"Jika dulu dalam seminggu dua tiga hingga empat mobil yang laku terjual. Ini setengah bulan saja mau menjualkan mobil satu saja sulit. Apalagi adanya kebijakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), orang milih mobil baru lebih banyak," kata H Yunus.

Dijelaskan dia, tidak ada cara lain yakni harus menurunkan harga jual sehingga tidak bisa ambi l untung banyak.

Baca juga: VIDEO Kebijakan PPnBM Perburuk Bisnis Mobil Bekas di Kalsel

Baca juga: Kebijakan Penghapusan PPnBM Diluncurkan, Pembelian Mobil Baru di Kalsel Tak Alami Peningkatan

Baca juga: PPnBM diterapkan, Penjualan Mobil Baru di Wira Toyota Banjarbaru Mulai Menggeliat

Baca juga: Harga Toyota Rush Turun Hingga Rp 18 Jutaan Setelah PPnBM Nol Persen, Ini Daftarnya

"Misal kaki ini jual dihatsu xenia 2005 kami lepas diharga Rp 72 juta. Ada APV 2010 juga, dan ada odessey kami jual Rp 115 juta. Kalau Mobil Taruna kami berikan Rp 50 juta," papar H Yunus.

Selain mobil biasa. juga ada mobil klasik dan mobil koleksi Mercedes. "Mercedes kami jual di harga Rp 60 hingga Rp 70 juta," kata dia.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah dan pandemi segera pulih kembali dan ekonomi kembali normal.

Dijelaskan penjual mobil second lainnya, yakniRifat Mardani, (24) warga Jalan Komplek Madinah Kayutangi. Banjarmasin dan Pandu Rama Yudhisi, (24) warga Jalan Zafri Zam Zam, Banjarmasin Barat, imbas Pemberlakuan PPnBM pebisnis mobil bekas makin lesu.

"Jelas, PPnBM pengaruh dampak pandemi itu terasa ketika awal tahun 2020, penjualan kian merosot antara hanya 1-2 unit perbulan para pembeli.
biasanya juga melirik mobil lcgc/city car yang harganya lebih terjangkau, namun tetap berguna sebagai mobilitas mereka di kala pandemi tersebut, " kata Rifat. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved