Breaking News:

Berita HST

Perbaiki Jembatan Darurat di Desa Baru HST, Koramil Pagat Bergotong Royong Bantu Warga   

Warga Desa Baru, Kecamatan Batubenawa, HST Dibantu angota TNI dari Koramil 1002-07 Pagat bergotong royong memperbaiki jembatan darurat yang hanyut

Pendim Kodim 1002 Barabai untuk BPost
Warga Desa Waki dan Batu Tunggal Kecamanatan Batubenawa, HST dibantu anggota Koramil Pagat bergotong royong memperbaiki pondasi jembatan yang rusak di terjang banjir 1 April 2021. Setelah membangun pondasi gotong royong dilanjutkan Senin 5 April 2021, membangun lantai dan pagar jembatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Upaya memperbaiki jembatan darurat yang dibangun Poliban Banjarmasin dan rusak diterjang arus deras sungai Benawa, dilakukan warga Desa Baru, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)

Dibantu angota TNI dari Koramil 1002-07 Pagat, perbaikan dilakukan secara gotong royang, MInggu (4/4/2021).

Warga dan anggota Koramil Pagat pun berupa mengumpulkan kembali batu-batu kali yang tercerai akibat dihantam arus. Kemudian mengikatnya kembali dengan kawat baja baru.

Setelah pondasi dari batu kali kembali diperbaiki, rencananya warga kembali mengumpulkan batu dan kayu papan, agar jembatan kembali terhubung.

Baca juga: Banjir Kalsel, Belum Sebulan Dibangun Poliban, Jembatan Darurat di HST Diterjang Arus Deras

Baca juga: Kota Barabai HST Tergenang, Warga Amankan Barang, Jembatan As Shulaha Jadi Tempat Parkir Mobil

Derasnya arus sungai Benawa yang meluap Kamis 1 April hingga Sabtu 3 April 2021, membuat jembatan terputus dan kayu lantai dan pagarnya tercerai berai.

Dandim 1002/Brb melalui Danramil 1002-07/Pagat Kapten inf Andi Tiro, menjelaskan, gotong royong hari ini adalah memperbaiki pondasi jembatannya dulu. 

“Gotong royong melibatkan warga dua desa, yaitu Desa Baru dan Desa Batutunggal,”katanya.

Dijelaskan Andi, pasca diterjang banjir,  baru sore  ini  arus sungai kembali normal.

"Setelah pondasi rampung, pemasangan lantai jembatan atau titian ini dilanjutkan Senin besok,”katanya. 

Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 1,8 meter  ini menghubungkan Desa Baru Kecamatan Batu Benawa  dengan Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan.

Fasilitas tersebut sangat penting bagi masyarakat kedua desa, karena akses menuju kebun karet dan sawah tepat bertani padi. Bahkan, saat ini warga sedang panen, sehingga untuk mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor, terpaksa memutar lewat Hantakan.

Untuk menyeberang, sementara hanya ada rakit bambu.

Baca juga: Jembatan Akses HST-Balangan-Tabalong-Kaltim di Muara Rintis Ambrol, Warga Cegah Truk Melintas

Sebagaimana harapan warga, Danramil Pagat pun berharap dengan diperbaikinya jembatan darurat ini masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman tanpa harus menngunakan rakit  jika hendak menyeberang. 

Ahmad Fatoni (45) warga setempat  berharap pemerintah segera membangun jembatan  permanen.

“Jika hanya jembatan darurat, dipastikan rusak kembali  jika air sungai meluap,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved