Breaking News:

Berita Banjarmasin

Replik Perkara Dugaan Penggelapan, Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Edy Suryadi 

JPU Ira Purbasari dalam replik sidang perkara dugaan penggelapan meminta agar Majelis Hakim menolak seluruh pembelaan terdakwa Edy Suryadi

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Sidang perkara dugaan penggelapan dipimpin Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro di PN Banjarmasin, Senin (5/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang perkara dugaan penggelapan yang menyeret nama pengusaha Kalsel, Edy Suryadi kembali digelar di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (5/4/2021).

Mengenakan kemeja motif garis abu-abu dan putih, Edy hadir didampingi kuasa hukumnya dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro ini. 

Pada sidang ini dilaksanakan penyampaian replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ira Purbasari atas pembelaan yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa pada sidang sebelumnya.

Dalam repliknya, JPU meminta agar Majelis Hakim menolak seluruh pembelaan terdakwa. 

Baca juga: Sampaikan Pledoi, Kuasa Hukum Edy Suryadi Minta Hakim Bebaskan Kliennya dari Tuntutan

Baca juga: Dituntut 5 Bulan Kasus Dugaan Penggelapan, Kuasa Hukum Edy Suryadi Siapkan Pembelaan

Pasalnya kata Jaksa, meskipun kerugian yang dialami pelapor dan menjadi dasar perkara sudah dibayarkan, namun bukan berarti proses hukum dalam tahapan persidangan bisa dihentikan begitu saja. 

Berbicara tentang prinsip restorative justice, Jaksa menyebut perkara yang disidangkan ini tidak bisa dibandingkan dengan perkara terkait seorang nenek yang mencuri buah kakao untuk bertahan hidup. 

Menurutnya, perkara ini bukan lah perkara seorang nenek yang mencuri buah kakao untuk bertahan hidup, namun dilakukan oleh orang terdidik yang juga diketahui sempat mencalonkan diri sebagai Caleg

"Kami memohon Majelis Hakim untuk menolak seluruh pledoi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa," lanjut Ira. 

Atas replik JPU tersebut, Edy melalui kuasa hukumnya, M Gazali menyatakan kepada Majelis Hakim akan menyampaikan duplik. 

Diakomodir oleh Majelis Hukum, penyampaian duplik dari pihak terdakwa diagendakan dilaksanakan dalam sidang lanjutan pada Senin (12/4/2021).

Kuasa hukum Edy, M Gazali ditemui usai sidang menyatakan tetap berkeyakinan seperti dalam pledoi bahwa kliennya sudah tidak memiliki kesalahan, pasalnya persoalan kerugian sudah diselesaikan dengan pelapor. 

"Kami tetap dengan pendirian awal, karena klien kami sudah tidak ada kesalahan. Kesalahan ada tapi karena sudah diselesaikan, ada perdamaian dua belah pihak dan kerugian sudah dikembalikan ya tidak perlu lagi sebenarnya. Harusnya sudah selesai," kata Gazali. 

Diketahui dari persidangan sebelumnya, kasus yang membelit Edy diawali dari persolan cek kosong yang diserahkan kepada pelapor, H Aftahuddin. 

Baca juga: Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Penggelapan, Edy Suryadi Sebut Dikhianati Rekan Partai

Dimana cek bertuliskan nilai Rp 375 juta itu disebut sebagai jaminan pembayaran atas pemesanan sejumlah paket sembako kepada pelapor yaitu H Aftahuddin pada Tanggal 10 April Tahun 2019 lalu. 

Sebelumnya, JPU yang menilai Edy melakukan dugaan tindakan pidana seperti yang diatur dalam Pasal 378 KUHP menuntutnya dengan hukuman lima bulan kurungan dengan masa percobaan sepuluh bulan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved