Breaking News:

BTalk

BTalk, Akademisi Bahas Pemanfaatan FABA Batu Bara di Banjarmasin

Akademisi ULM dan ITB menyebut FABA batu bara telah dijadikan material bangunan, paving block, batako, beton, batu bata, mortar beton hingga road base

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Akademisi dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membahas FABA batu bara dalam program BTalk di Banjarmasin, Selasa (6/4/2021). 

Selain sebagai penetral air asam tambang di sekitar daerah pertambangan, dari penelitian di beberapa skala laboratorium dan lapangan, ditemukan pula fakta bahwa FABA batu bara ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran konstruksi bangunan.

"Dan ini sudah digunakan di daerah PLTU dalam upaya mengatasi dampak buruk terhadap lingkungan akibat pertambangan itu sendiri," jelas Prof Rudy.

Pembahas FABA batu bara dalam program BTalk di Banjarmasin, Selasa (6/4/2021).
Pembahas FABA batu bara dalam program BTalk di Banjarmasin, Selasa (6/4/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA)

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa FABA batu bara dapat dimanfaatkan sebagai material pendukung maupun material pencampur pada pembuatan bahan konstruksi bangunan dan juga jalan.

Hal serupa ditambahkan Ir Yasrudin MT yang lebih spesifik menjelaskan pemanfaatan FABA batu bara dalam pembuatan paving block, batako, beton siap pakai, beton precast, bata merah, mortar beton hingga road base.

"Secara umum, dalam FABA ini, kandungan dalam fly ash lebih banyak dimanfaatkan sebagai produk dibandingkan buttom ash dengan perbandingan 90 persen : 10 persen," rincinya.

Dalam tahapan pengujian, lanjutnya, telah dikaji karakteristik penggunaan FABA kemudian dibandingkan dengan masing-masing potensi ekonominya.

Baca juga: Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura Kalsel Bangun Perguruan Tinggi Ilmu Alqur’an

Dalam presentasi Ir Yasrudin, implementasi FABA untuk bahan campuran material konstruksi rencananya dimulai pada 2021 hingga 2025.

"Hasil yang telah ada sejauh ini, belum digunakan secara masif, masih dalam skala kecil di sekitar PLTU saja," kata Ir Yasrudin.

Sementara itu, Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta MS turut menyambut baik adanya pencabutan FABA batu bara dari limbah 3B. Dengan adanya peraturan baru ini, sudah saatnya kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Dulu orang menganggap yang namanya sampah, limbah, pastinya tidak berguna. Sekarang sudah berbeda zamannya. Limbah itu pun bisa juga menjadi bagian dari SDA," lanjutnya.

Baca juga: Kades dan Seketaris Simpang Warga Dalam Divonis Bebas Oleh Majelis Hakim Tipikor Banjarmasin

Baca juga: Aplikasi SIM Nasional Presisi Mungkinkan Masyarakat Perpanjang SIM Via Daring, Begini Caranya

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved