Breaking News:

Banjir di Kalsel

Banjir di Kalsel, Santri Ponpes Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Belajar di Genangan Banjir

Banjir di Kalsel, sejumlah siswa dan siswi Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary terpaksa belajar dengan kondisi kebanjiran di D

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis
Banjir di Kalsel, Santri Ponpes Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary di Desa Dalam Pagar Ulu belajar di tengah banjir. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Banjir di Kalsel, sejumlah siswa dan siswi Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary terpaksa belajar dengan kondisi kebanjiran di Desa Dalam Pagar Ulu, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (7/4/2021).

Kondisi ini menurut Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary, KH Mazani Rahman sudah berlangsung sekitar empat bulan lamanya.

"Kurang lebih empat bulan sudah kondisinya seperti ini, ada turun sedikit debit airnya naik lagi," ujarnya.

Dan bahkan ketinggian debit air paling tinggi saat banjir kemaren mencapai di atas pinggul dan paling rendah mencapai lutut orang dewasa.

Baca juga: Banjir Kalsel, Tunggul Irang Ulu Kabupaten Banjar Terendam Lagi

Baca juga: Banjir Kalsel, Warga Barabai Kabupaten HST Ramai-ramai Bangun Loteng

Baca juga: Banjir Kalsel, Desa Masiraan Kabupaten HST Terendam, Tanaman Padi Kembali Terancam Poso

Baca juga: Banjir Kalsel, Belum Sebulan Dibangun Poliban, Jembatan Darurat di HST Diterjang Arus Deras

Itu dijalan rayanya tambahnya, sementara untuk di Pondoknya lebih tinggi sebab kondisinya lebih rendah sedikit dari jalan.

Memang menurutnya, tiap tahun memang sering kebanjiran. Namun, tidak separah ini. Namun, meski begitu dirinya mengaku tetap menjalankan pembelajaran.

Banjir di Kalsel,  Santri Ponpes Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary di Desa Dalam Pagar Ulu belajar di tengah banjir.
Banjir di Kalsel, Santri Ponpes Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary di Desa Dalam Pagar Ulu belajar di tengah banjir. (Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

"Pembelajaran tetap jalan, tetapi bagi murid yang jauh ada pula yang tidak datang karena kebanjiran juga. Untuk pembelajaran hari ini terakhir dan akan dilanjutkan dengan ujian setelah Lebaran Idul Fitri ," ujarnya.

Musibah banjir yang tidak biasa ini di 2021 memberikan dampak tidak hanya untuk masyarakat, terkhusus terhadap santri dan santriwati pun juga terdampak.

Dirinya berharap, ada bantuan untuk kelancaran pembelajaran di Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved