Breaking News:

Berita Palangkaraya

Dishub Awasi Protokol Kesehatan Wisata Susur Sungai Air Hitam Kereng Bengkirai Palangkaraya

Wisata Susur Sungai di Pelabuhan Kereng Bengkirai setelah dibuka beberapa waktu lalu hingga, Rabu (7/4/2021) masih ramai di datangi warga untuk berwis

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Kawasan Wisata Kapal Susur Sungai Dermaga Air Hitam Kerengbengkirai, Kecamatan Sabangau Kota Palangkaraya 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA- Wisata Susur Sungai di Pelabuhan Kereng Bengkirai setelah dibuka beberapa waktu lalu hingga, Rabu (7/4/2021) masih ramai di datangi warga untuk berwisata di kawasan susur sungai air hitam Kawasan Taman Nasional Sebangau Wilayah Palangkaraya.

Beberapa warga yang datang, ingin mengikuti susur sungai, untuk perorangan dikenakan tarif Rp20 ribu , pengusaha kapal susur sungai juga mempersilakan penyewaan kapal secara kolektif, biasanya oleh lembaga tertentu yang ingin melakukan rapat sembari susur sungai

Namun begitu, menurut Yati, seorang pengunjung mengatakan, dalam masa pandemi seperti sekarang ini, pelayanan objek wisata tersebut cukup ketat, karena penerapan Protokol Kesehatannya diawasi oleh petugas Dishub Kota Palangkaraya dan ada aturan khusus yang diterapkan.

Baca juga: Kalselpedia- Desa Panjaratan Tanahlaut Miliki Wisata Susur Sungai Hutan Bekantan

Baca juga: Prihatin Korban Banjir, Wisata Susur Sungai di Kota Marabahan Sempat Dihentikan

Baca juga: Susur Sungai Martapura, Kepala Kominfo Banjar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Baca juga: Wisata Kelotok Susur Sungai Mentaya Sampit Kalimantan Tengah, Makin Ramai Diminati,

"Kita sebagai pengunjung wajib mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun , bahkan jumlah penumpang kapal susur sungai juga dibatasi, kursi duduk di kapal atau perahu juga dibatasi, sehingga penerapan protokol kesehatan memang diawasi secara ketat," ujarnya.

Dishub Kota Palangkaraya, menerapkan aturan diantaranya menurunkan tim pengawasan
di Dermaga Kereng Bangkirai yakni
mengawasi kegiatan susur sungai kapal/pondok terapung, Getek, Bebek Mesin dan Bebek Gowes.

Dilakukan pembatasan jumlah penumpang (sesuai dengan peraturan 50 persen penumpang dari muatan sebelumnya. Mengimbau dengan pemutaran rekaman suara Perwali Nomor 26 Tahun 2020 .Mengingatkan pengunjung agar menggunakan masker dan menjaga jarak saat di daerah wisata dan saat menaiki kapal atau pondok terapung, Getek, Bebek Mesin dan Bebek Gowes. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved