Breaking News:

Berita HST

Jembatan Darurat Selesai Diperbaiki, Desa Baru-Batutunggal Kabupaten HST Kembali Terhubung

Akses ke Desa Baru Waki Kecamatan Batubenawa ke Desa Batutunggal Kecaatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kembali terhubung.

Foto Pendim 1002 Barabai untuk Banjarmasinpost.co.id
Desa Barar Kecamatan Batubenawa dan Desa Batutunggal Kecamatan Hantakan kembai terhubung, setelah jembatan darurat yang dibangun POliban Banjarmasin rusak diterjang arus sungai 1 April 2021. Jembatan kemudian diperbaiki secera gotong royong masyarakat dengan anggota Koramil Pagat dan selesai Rabu (7/4/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Akses ke Desa Baru Waki Kecamatan Batubenawa ke Desa Batutunggal Kecaatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kembali terhubung.

Setelah bergotong royong selama empat hari memperbaiki jembatan darurat yang rusak diterjang arus sungai Benawa 1 April 2021,masyarakat kedua desa dibantu anggota TNI dari Koramil Pagat berhasil menyelesaikan perbaikan jembatan, Rabu (7/4/2021).

Seksi Kesejahtaraan MAsyarakat, Toto Martoni, kepada Banjarmasin post.co.id mengatakan, mulai hari ini jembatan berpondasi batu kali diikat kawat baja yang dibangun Poliban Banjarmasin tersebut kembali bisa digunakan oleh masyarakat untuk ke kebun karet dan memanen padi di sawah, yang letaknya di Desa Batutunggal.

Dijelaskan, saat ini petani yang kebun karet dan sawahnya ada di di Batutunggal sedang panen padi.

Baca juga: Bupati Balangan Abdul Hadi Targetkan 62 Persen Jalan dan Jembatan Baik Pada 2022

Baca juga: Pasca Ketinggian Diturunkan, Belum 24 Jam Portal Jembatan Alalak II Banjarmasin Rusak Ditabrak Truk

Baca juga: Portal Jembatan Alalak II Rusak Lagi, BPJN Wilayah IX Banjarmasin Harapkan Hal Ini

Baca juga: Baru Dipasang, Portal Pembatas Setinggi 2,1 Meter di Jembatan Alalak II Patah Ditabrak Pengendara

Mereka bisa panen, karena sebagian sawah selamat dari kerusakan akibat banjir.

“Kami atas nama warga Desa Baru dan Batutunggal menyampaikan terimakasih kepada anggota TNI dari Koramil Pagat, yang turut mempercepat penyelesaian perbaikan secara gotong royong selama empat hari, jembatan darurat kembali bisa digunakan masyarakat,”ungkap Toto.

Sementara itu, Dandim 1002 Barabai, Letkol Inf Muh Ishak H Baharuddin melalui Danramil 1002-07 Pagat Kapten Inf Andi Tiro mengatakan, bahan yang digunakan untuk membangun jembatan ini adalah dari bambu, yang disusun dengan bantalan dari batang pohon kelapa.

“Semoga bisa digunakan lebih lama, dan tidak ada luapan air sungai lagi,”katanya.

Meski jembatan darurat kembali terbangun, warga tetap berharap pemerintah segera membangunkan jembatan permanen dengan konstruksi yang mempertimbangkan ketinggian air.

“Sebab, selama belum ada jembatan permanen dan selama musim hujan, potensi kembali rusak masih terjadi jika air meluap lagi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved