Breaking News:

Berita Balangan

Pasar Ramadhan Ditiadakan di Balangan, Bupati Bolehkan Warga Jual Kuliner di Depan Rumah

Pasar Ramadhan 1442 H di Kabupaten Balangan tahun ini kembali ditiadakan. Namun, Bupati Balangan membolehkan warga berjualan kuliner di depan rumah

banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Bupati Balangan Abdul Hadi mengatakan, tahun ini pasar Ramadhan ditiadakan. Namun, warga dibolehkan berjualan di depan rumah, Rabu (7/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Keberadaan Pasar Ramadhan 1442 H di Kabupaten Balangan Provinsi Kalsel, tepatnya pada wilayah Paringin tahun ini dipastikan kembali ditiadakan.

Hal itu mengingat pandemi Covid-19 yang masih dalam proses penanganan dan pencegahan di Balangan.

Disampaikan oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi, keberadaan Pasar Ramadhan ditiadakan karena masih pandemi Covid 19.

Selain itu, pelaksanaan PPKM juga terus berlangsung di Balangan dan seluruh wilayah lainnya di Indonesia.

Baca juga: Tak Lagi Buka Pasar Ramadhan, Pemkab HSS Fasilitasi Jual Beli Online, Kembangkan Tiga Aplikasi Ini

Baca juga: Gelar Pasar Ramadhan Online, Disporbudpar Batola Gandeng kurir Lokal

Baca juga: BRI Pasar Ramadhan Simpedes, Bagi Voucher Belanja, Sembako dan Takjil  di 3 Pasar Banjarmasin

Lantas, sebagai solusi ditiadakannya Pasar Ramadhan yang rentan menimbulkan kerumunan, Bupati Balangan memberikan solusi lain.

Ia menjelaskan, tidak ada larangan bagi UMKM untuk berjualan, akan tetapi di depan rumah masing-masing.

"Walau Pasar Ramadhan ditiadakan, namun kami memberi peluang pada UMKM untuk membuka usaha mereka di depan rumah masing-masing," jelas Abdul Hadi, Rabu (7/4/2021).

Kebutuhan masyarakat untuk keperluan buka puasa pada bulan ramadhan tidak bisa dipungkiri.

Pada tahun sebelumnya, saat Pasar Ramadhan ditiadakan, ada lokasi yang menjadi pusat perbelanjaan  kuliner bagi warga, yakni di wilayah Batu Piring dan Pasar Paringin.

Abdul Hadi mengatakan, apabila ada penjual yang membuka lapak dagangannya secara berkelompok di satu tempat, ia pun menegaskan agar para pedagang menerapkan secara ketat protokol kesehatan.

Tak hanya pedagang, ia juga mengingatkan para pembeli agar terus mematuhi protokol kesehatan saat berada di luar rumah, apalagi pada kerumunan.

"Tentunya dalam rangka menyambut Ramadhan ini saya imbau dan saya harapkan masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terlebih tahun ini ibadah tarawih juga sudah diperbolehkan," ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Balangan, Rody Rahmadi Noor yang berwenang dalam penanganan Pasar Ramadhan.

Baca juga: Meningkat, Peminat Berdagang di Pasar Ramadhan Online Kabupaten HST

Ia menegaskan, karena masih di tengah pandemi Covid 19 dan sebagai upaya pencegahan serta penyebaran Covid 19 di Balangan, lantas Pasar Ramadhan pun ditiadakan.

Pasalnya, keberadaan pasar yang menyediakan kebutuhan berbuka puasa itu dianggap berpotensi menimbulkan kerumunan. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved