Breaking News:

MTQN ke 33 Provinsi Kalsel

Pengurus LPTQ Kabupaten Tala Minta Tak Ada Dispensasi Usia dalam Lomba di MTQ

Pengurus LPTQ Kabupaten Tala minta ketegasan LPTQ Kalsel agar aturan tentang batas usia peserta MTQN ke-33 tingkat provinsi benar-benar diterapkan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Wakil Ketua LPTQ Kabupaten Tanah Laut (Tala), H Zainuddin, memimpin jumpa pers dan membacakan surat pernyataan pengunduran diri LPTQ Kabupaten Tala dari MTQN ke-33 Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Bumbu (tanbu), Selasa (6/4/2021) sore. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wakil Ketua LPTQ Kabupaten Tanah Laut (Tala), Zainuddin,  membantah jika ada kafilah Kabupaten Tala yang didiskualifikasi karena melebihi batasan usia.

Dipastikannya, kafilah Kabupaten Tala sudah melakukan verifikasi dan lolos untuk bisa mengikuti MTQN ke-33 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) karena sudah sesuai aturan yang baru.

"Usia anggota kafilah kami, sesuai dan semua sudah sesuai aturan, sehingga diterima. Namun kami melihat ada ketidakadilan karena diketahui ada anggota kafilah yang melebihi batas usia lolos," jelasnya, Rabu (7/4/2021).

Setelah melakukan verifikasi, LPTQ Kabupaten Tala juga mengajukan nota keberatan kepada LPTQ Kalsel karena ada peserta yang tidak sesuai aturan.

Baca juga: Pj Gubernur Kalsel Safrizal Doakan Kalsel Juara Umum MTQ Nasional 2022

Namun dari LPTQ Kalsel tak merespons, sehingga LPTQ Kabupaten Tala mengundurkan diri dari kepesertaan  MTQN ke-33 Provinsi Kalsel yang dilangsungkan di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

"Panitia provinsi sudah menyosialisasikan terkait batasan usia dan kami sudah mengikuti aturan tersebut. Alasan mereka untuk daerah yang sudah menyelenggarakan MTQ kabupaten kota di tahun 2020 diberi dispensasi, dalam perlombaan tak ada dispensasi, itu termasuk ketidakadilan," jelasnya.

Ia juga menyayangkan juara satu MTQ Tingkat Provinsi Kalsel ini jika melebihi batasan usia maka tidak bisa mengikuti MTQ tingkat nasional. 

"Kalau juara satu ternyata melebihi batas usia tidak bisa mengikuti tingkat nasional juga, untuk apa diadakan lomba," tambahnya.

Baca juga: VIDEO Pengumuman Kabupaten Tala Mundur dari Ajang MTQN Ke-33 Kalsel

Terlebih, gelar lomba ini adalah MTQ yang termasuk dalam syiar Islam, sehingga selayaknya peserta harus mematuhi aturan dan panitia berlaku adil sesuai akidah Islam.

"Kami tidak mempermasalahkan akan kalah atau menang, tapi kami ingin keadilan dalam perlombaan," imbuhnya.

Ditambahkan Zainuddin, dalam sosialisasi aturan baru yang disampaikan Sekretaris LPTQ Provinsi Kalsel, H Fahruddin, dan Kasi MTQ, H Buqdadi, jelas disampaikan adanya aturan baru batasan umur. 

Baca juga: Nilai MTQN Kalsel Tak Sesuai Syiar Islam, Sukamta Dukung Sikap Tegas LPTQ Tala Undur Diri

"Memang benar waktu rapat koordinasi LPTQ di Banjarmasin itu ada menjelaskan bahwa bagi kabupaten kota yang sudah melaksanakan MTQ di tahun 2020 bisa memakai hasil itu untuk MTQ di Kabupaten Tanbu. Tapi di rapat itu tidak dijelaskan kalau peserta yang kelebihan umur bagi kabupaten kota yang sudah melaksanakan MTQ tingkat kabupaten dan kota tahun 2020 mendapat dispensasi untuk ikut MTQ di Kabupaten Tanbu. Tidak ada itu dijelaskan. Jelas saja tidak ada yang protes karena memang tidak dijelaskan," beber Zainuddin.

Malah tambah Zainuddin saat rapat itu juga ditekankan masalah umur sesuai Juknis, agar dapat mengikuti MTQ tingkat nasional yang dijadwalkan diselenggarakan pada tahun 2022 di Kota Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved