Breaking News:

Berita Banjarbaru

Putar Lagu Aplikasi Berbayar, Kafe Janji Jiwa Banjarbaru Bayar Rp 80 Ribu Sebulan

Kafe Janji Jiwa Banjarbaru setiap bulan membayar royalti dari lagu yang diputar di kafe tersebut

banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Kafe Janji Jiwa Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Kota Banjarbaru yang dikenal memiliki banyak kafe untuk santai ikut menanggapi soal Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. 

Salah satu ketentuan dalam PP tersebut yakni kewajiban pembayaran royalti bagi setiap orang yang menggunakan lagu dan/atau musik secara komersial ataupun layanan publik.

Royalti dibayarkan kepada pencipta atau pemegang hak cipta lagu dan/atau musik melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. 

Salah satu pengelola kafe Giodi Amanu Nugraha Phasa owner Kopi Janji Jiwa Banjarbaru mengaku selama ini, di luar kegiatan live music. 

Baca juga: Pembagian Warisan Didi Kempot Dibahas Yan Vellia Bersama Saputri, Royalti 700 Lagu Juga Disinggung

Baca juga: Ini 5 Penyanyi Penerima Royalti Terbesar Tahun 2020, Via Vallen Pernah Dibayar Rp 5.000

Baca juga: Tak Bisa Asal Putar, Penggunaan Lagu di Kafe Bersifat Komersil Wajib Bayar Royalti

"Jadi Kami selalu memutar lagu dari aplikasi berbayar," kata pria akrab disapa Gio ini Rabu siang tadi.

Untuk aplikasi lagu berbayar ini, Gio mengaku menggunakan paket spotify family dengan harga hanya Rp 80 ribu setiap bulannya.

Sehingga pada dasarnya Gio mengaku Kopi Janji Jiwa Banjarbaru sangat mendukung kebijakan pemerintah agar meningkatkan apresiasi dan hak intelektual. 

"Ya harapan saya semoga dalam tata cara proses dalam pengurusan pembayaran royalti nya tidak susah dan tidak mahal ya," harap dia. 

Karena lanjut Gio kasian juga masyarakat butuh hiburan untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari.

Salah satu cara yang menyenangkan yaitu duduk bersantai di tempat yang nyaman bersama teman sambil minum kopi Janji Jiwa sambil mendengarkan live music. 

"Selain itu, lagu yang biasa kami putar adalah lagu-lagu hits dalam dan luar negeri," katanya saat di tanya lagu apa saja yang bisa disukai pengunjung.

Baca juga: Nasib Sandhy Sondoro, Bertahan Hidup dari Uang Tabungan dan Royalti

Sementara berdasarkan Pasal 3 ayat (2), bentuk layanan publik yang bersifat komersial itu berupa: 
a. seminar dan konferensi komersial; 
b. restoran, kafe, pub, bistro, kelab malam, dan diskotek; 
c. konser musik; 
d. pesawat udara, bus, kereta api, dan kapal laut; 
e. pameran dan bazar; 
f. bioskop; 
g. nada tunggu telepon; 
h. bank dan kantor; 
i. pertokoan; 
j. pusat rekreasi; 
k. lembaga penyiaran televisi; 
l. lembaga penyiaran radio; 
m. hotel, kamar hotel, dan fasilitas hotel; dan 
n. usaha karaoke.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved