Breaking News:

Denny Indrayana

Begini Latar Belakang Denny Indrayana, Sukses Bikin Paslon Petahana Pilgub Kalsel Kerepotan

Prof Denny Indrayana dan H Difriadi Darjat mencalon jadi cagub dan wacagub di pilkada 2020 mampu membuat paslon petahana Gubernur Kalsel kerepotan.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Prof Denny Indrayana, calon gubernur pada Pilkada Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak banyak pihak yang menyangka bahwa Denny Indrayana yang kental dengan latar belakang akademisi dan praktisi hukum, mampu menghadirkan pertarungan sengit terhadap petahana dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2020.

Bahkan pada awalnya, tak sedikit pihak yang meragukan apakah Denny mampu untuk sekedar mendapat perahu politik dan berlaga di Pilgub Kalsel 2020.

Namun dibuktikannya, bersama tandemnya, H Difriadi Darjat, mampu membuat paslon petahana Gubernur Kalsel kerepotan.

Dimana dari hasil rekapitulasi Pilgub Kalsel 2020 oleh KPU, perolehan suara Denny-Difri (H2D) nyaris seimbang dengan Paslon Petahana, Sahbirin-Muhidin (Paman BirinMu).

Bahkan setelah putusan MK yang memerintahkan dilaksanakan PSU di sejumlah TPS di Kalsel, perolehan suara H2D sementara unggul dibanding Paman BirinMu.

Namun, hasil akhir Pilgub Kalsel tahun 2020 baru akan bisa difinalkan usai dilaksanakannya PSU.

Diketahui, Prof Denny Indrayana lahir di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalsel, pada 11 Desember 1972.

Ya, Denny Indrayana yang merupakan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada sejak 19 Oktober 2011, pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Eksis di bidang hukum, Denny juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan KKN.

Selain menguasai hukum tata negara, Denny juga dikenal amat kritis terhadap masalah korupsi dan mafia hukum khususnya di Indonesia. 

Ada sejumlah judul buku yang ditulis Denny berdasarkan pemikiran kritisnya terhadap isu hukum tata negara dan KKN.

Buku karya Denny, di antaranya berjudul Amandemen UUD 1945 antara Mitos dan Pembongkaran, Indonesian Constitutional Reform 1999-2002, kemudian yang berjudul Negara Antara Ada dan Tiada, serta buku berjudul Negeri Para Mafioso.

Sebagai pakar hukum tata negara, Denny mengenyam pendidikan di institusi-institusi bergengsi tak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved