Breaking News:

Berita Ekonomi

Komoditas Non Migas Mendominasi Barang Ekspor Kalteng Pada Februari 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, melansir, seluruh komoditas barang yang diekspor dari Kalimantan Tengah pada Bulan Februari 2021 merupa

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Bongkar muat barang di Pelabuhan Sampit, Provinsi Kalteng. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, melansir, seluruh komoditas barang yang diekspor dari Kalimantan Tengah pada Bulan Februari 2021 merupakan komoditas barang jenis non migas.

"Selama Februari 2021 nilai ekspor Kalimantan Tengah mencapai US$216,61 juta atau mengalami penurunan sebesar 6,86 persen dibanding Januari 2021 yang senilai US$232,57 juta," ujar Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Kamis (8/4/2021).

Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya ekspor kelompok barang non migas berupa hasil tambang sebesar 12,91 persen. "Sedangkan hasil pertanian dan hasil tambang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 59,56 persen dan 5,48 persen," ujarnya.

Sedangkan, nilai ekspor non migas Pada Periode Bulan Januari-Februari 2021 mencapai US$449,18 juta atau naik sebesar 35,04 persen dibanding periode yang sama dalam tahun 2020."Batubara, minyak kelapa sawit, dan kayu merupakan komoditas  ekspor utama Kalimantan Tengah," ujarnya lagi.

Baca juga: Balitbangda Kalsel dan BPS Akan Kaji Dampak Pandemi pada Bidang Ekonomi

Baca juga: BPS Kalsel Sebut Elpiji Sebabkan Inflasi di Kota Banjarmasin

Baca juga: Terbitkan Data Daerah, BPS Kerja Sama dengan Kominfo dan Bappeda Kabupaten Balangan

Baca juga: BPS Kabupaten HSU Satukan Sumber Data untuk Pemerintah Daerah

Negara yang selama ini menjadi tujuan espor tersebut tidak lain dari Negara Jepang, Tiongkok, dan India, merupakan negara tujuan utama ekspor dari Provinsi Kalimantan Tengah selama Februari 2021 ini.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Tengah naik sebesar
35,04 persen dari US$ 332,62 juta Pada Bulan Januari sampai dengan BulanFebruari 2020)
menjadi US$ 449,18 juta pada Januari -Februari 2021," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved