Breaking News:

Berita Tanahlaut

Lahan Kerap Terdampak Banjir, Mahasiswa Politala Ini Tawarkan Solusi Budidaya Jagung Lahan Terapung

Sa'diah Mahasiswa Politala ini menawarkan budidaya jagung dengan media tanam terapung. Cara ini, menjadi solusi untuk lahan yang kerap kebanjiran

Sa'diyah
Budidaya Tanaman jagung di Tanah Laut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabupaten Tanah Laut  memiliki ikon khas yaitu tanaman jagung. Ini karena mayoritas masyarakatnya yang menjadi petani jagung. 

"Kabupaten Tanah Laut menghasilkan jagung rata-rata sekitar 6 ribu ton perbulan atau 72 ribu ton per tahun," papar Sa'diah, mahasiswa semester 4 Program Studi Diploma 3 Agroindustri, Politeknik Negeri Tanah Laut, Kamis (8/4/2021).

Namun, lanjut dia, beberapa waktu lalu terjadi musibah banjir di Kalsel yang menenggalamkan beberapa kabupaten, termasuk Tanah Laut sehingga menyebabkan banyak lahan pertanian terendam banjir. 

"Lahan pertanian yang terendam banjir mengalami penurunan unsur seperti unsur hara dan lainnya yang membuat tanah tidak subur," ucapnya.

Baca juga: Menanti Bebas, Napi Lapas Banjarbaru Bercocok Tanam Jagung

Baca juga: Warga Binaan Lapas Karang Intan Sukses Panen Jagung Keduakalinya, Dilatih Berkebun Bekal Mandiri

Akibatnya, kata Sa'diah, secara langsung berakibat tanaman akan kurang subur dan produk-tivitasnya menurun karena berkurangnya kesuburan tanah tersebut. 

"Petani jagung pakan dituntut untuk mencari solusi untuk permasalahan lahan yang sering terlanda banjir atau terendam. Salah satu solusi yang dapat diaplikasikan pada lahan tersebut yaitu dengan membuat lahan terapung," ungkapnya.

Dijelaskan Sa'diah, mengutip dari artikel Suryadi (Pekanbaru), lahan terapung dapat dibuat dengan merakit bambu sesuai ukuran yang diinginkan. 

Baca juga: Pasca Terdampak Banjir, Petani di Mantuyan Balangan dapat Bantuan Benih Padi dan Jagung

Pada bagian atas rakit dilapisi tanaman hidup dalam air seperti enceng gondok, rumput maupun akar tanaman lain. Lumuri dengan lumpur dan tanah untuk penyempurnaan media tanam. 

"Supaya rakit tak tenggelam, tambahkan pelampung di bagian bawah. Dengan solusi ini, petani tidak khawatir jika sewaktu-waktu lahan pertanian terendam banjir," pungkasnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved