Breaking News:

Berita Banjarmasin

Mantan Bupati Balangan Hadiri Sidang Perkara Dugaan Penggelapan di PN Banjarmasin

Sesuai putusan Mahkamah Agung, persidangan perkara dugaan penipuan atau penggelapan yang menyeret nama Mantan Bupati Balangan,

Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Mantan Bupati Balangan, Ansharuddin hadir di persidangan PN Banjarmasin didampingi kuasa hukum 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sesuai putusan Mahkamah Agung, persidangan perkara dugaan penipuan atau penggelapan yang menyeret nama Mantan Bupati Balangan, Ansharuddin kembali dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (8/4/2021).

Mengenakan kemeja sasirangan coklat, Ansharuddin didampingi kuasa hukumnya hadir dalam sidang yang dilaksanakan di Ruang Sidang Garuda dan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Aris Bawono Langgeng.

Pada persidangan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Agus Subagya kembali membacakan dakwaan terhadap Ansharuddin.

Dimana Ansharuddin didakwa melanggar pasal 372 atau 378 terkait

Baca juga: WASPADA Penipuan 60th Anniversary Celebration Berlogo Telkomsel, Jangan Klik Tautannya

Baca juga: Miss Indonesia Nadia Riwu Tersandung Kasus Penipuan, Ibu Kandung Raup Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Polda Kalteng Tetapkan Bos Minyak H Lulu sebagaiTersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan, Cek Langsung Kebenarannya

atau penggelapan.

Ansharuddin disebut jaksa menerima uang senilai Rp 1 miliar dari saksi DPH alias Dwi untuk menyelesaikan persoalan yang dialaminya.

Namun, saat akan mengembalikan uang tersebut, Jaksa menyebut terdakwa menyerahkan cek senilai Rp 1 miliar yang ternyata ditolak oleh bank saat akan dicairkan oleh Dwi.

"Pada dakwaan pertama kita dakwakan bahwa terdakwa itu dengan rangkaian kata kata bohong agar orang menyerahkan uang kepadanya dan dia mengembalikan dengan cek yang tidak ada dananya," kata Agus.

Persidangan yang dimulai sekitar pukul 10.30 Wita berlangsung relatif singkat hanya sekitar dua puluh menit.

Pasalnya usai pembacaan dakwaan oleh Jaksa, Ansharuddin melalui kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan.

Ketua Majelis Hakim, Aris Bawono Langgeng memberikan waktu satu minggu kepada terdakwa dan kuasa hukum untuk menyampaikan eksepsinya pada persidangan yang akan dilanjutkan Kamis (15/4/2021).

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum Ansharuddin, M Mauliddin Afdie mengatakan dalam eksepsi nantinya pihaknya akan menyampaikan bahwa kliennya tidak pernah menerima uang senilai Rp 1 miliar dari Dwi seperti yang didakwakan Jaksa.

"Sedangkan fakta sebenarnya klien kami tidak berada di Banjarmasin sebagaimana dakwaan penuntut umum. Klien kami berada di Balangan dan dapat secara konkret kami buktikan di persidangan selanjutnya. Dari pagi sampai malam beliau di Balangan melaksanakan kegiatan pelantikan dan menghadiri acara keagamaan di Balangan," kata Mauliddin. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved