Breaking News:

Berita Banjarmasin

Temukan Unsur Pidana, Polda Kalsel Naikkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Pilgub kalsel ke Penyidikan

Ditreskrimum Polda Kalsel meningkatkan status kasus dugaan pemalsuan dokumen berisi pernyataan manipulasi suara Pilgub Kalsel ke penyidikan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mocha.mad Rifa’i menjelaskan status kasus pemalsuan dokumen Pilgub Kalsel naik ke penyidikan, Kamis (8/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel meningkatkan status kasus dugaan pemalsuan dokumen berisi pernyataan manipulasi suara Pilgub Kalsel ke penyidikan

Dokumen yang diduga dipalsukan tersebut berisi pernyataan dan tandatangan Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, status penyidikan ditetapkan karena setelah dilaksanakan gelar hasil klarifikasi saksi-saksi, didapati ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

"Ditetapkan naik status penyidikan Rabu (7/4/2021)," kata Kabid Humas kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Ketua KPU Kalsel Penuhi Undangan Ditreskrimum Polda, Sampaikan Keterangan Pemalsuan Dokumen

Baca juga: Dugaan Pemalsuan Dokumen Saksi Denny Indrayana, Komisioner KPU Banjar 16 Kali Tandatangan di Polda

Baca juga: Bawaslu Banjar Akan Gelar Pleno Kajian Pelanggaran Pilgub Kalsel 2020 Pascaputusan MK

Berstatus penyidikan, Kepolisian kata dia otomatis kembali akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan atas dugaan pemalsuan dokumen tersebut.

Kabid Humas belum merincikan ada berapa saksi-saksi yang rencananya akan dipanggil ke Ditreskrimum Polda Kalsel.

Namun dipastikan pihak pelapor yaitu Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib adalah satu diantaranya.

"Pemeriksaan saksi-saksi rencananya dimulai minggu depan," kata Kabid Humas.

Jika alat-alat bukti terpenuhi, bukan tidak mungkin Kepolisian akan menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya, diketahui sejumlah pihak sudah memenuhi undangan Ditreskrimum Polda Kalsel untuk dimintai klarifikasi terkait kasus tersebut.

Yaitu di antaranya Abdul Muthalib, Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji dan sejumlah pihak lainnya.

Baca juga: VIDEO Bawaslu Banjar Kaji Fakta Persidangan MK Soal Pilgub Kalsel 2020

Dokumen yang dimaksud dan menjadi akar persoalan adalah surat pernyataan yang menyebut adanya rekayasa perolehan suara pada Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar dan mencantumkan nama Abdul Muthalib sebagai Komisioner KPU Kabupaten Banjar.

Dimana dokumen tersebut digunakan oleh salah satu saksi yang dihadirkan Paslon Nomor Urut 2 di Pilgub Kalsel, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D) saat sidang pembuktian dihadapan Hakim MK. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved