Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

UPDATE Covid-19 Kalsel: Penambahan Positif Tembus 300 Orang

Data kasus Covid-19 di Provinsi Kalsel, Kamis (8/4/2021), totalnya menjadi 29.618 orang positif, 25.962 orang sembuh, 864 orang meninggal.

SATGAS PENANGANAN COVID-19 PROVINSI KALSEL
Perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (8/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski kasus hariannya sempat menurun, Provinsi Kalimantan Selatan, tetap masuk dalam daerah prioritas untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan data Dinkesprov Kalsel, penambahan kasus positif Covid-19 kembali naik, bahkan hingga kini bertambah sebanyak 301 orang. secara akumulasi, totalnya menjadi 29.618 orang.

Penambahan pada Kamis (8/4/2021) ini berasal dari Kota Banjarmasin 113 orang , Kabupaten Banjar 79 orang , Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 41 orang , Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) 27 orang , Kota Banjarbaru 18 orang , Kabupaten Tapin 13 orang , Kabupaten Barito Kuala (Batola) 8 orang dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan  (HSS) 2 orang.

Pasien dilaporkan sembuh sebanyak 497 orang, berasal dari tempat karantina di Kota Banjarmasin 341 orang , Kota Banjarbaru 68 orang, Kabupaten Tanbu 31 orang , kabupaten Tanah Laut (Tala) 15 orang , Kabupaten HSS 12 orang , Kabupaten Batola 8 orang , Kabupaten Tapin 7 orang , Kabupaten Banjar 6 orang , Kabupaten HST 4 orang , Kabupaten Balangan 3 orang dan Kabupaten Kotabaru 2 orang. Secara akumulasi, total 25.962 orang.

Baca juga: Covid-19 Belum Mereda, Safari Ramadhan 1442 H Ditiadakan di HSS

Baca juga: Panduan Ibadah Ramadhan 2021 Saat Pandemi Covid-19 dari Kemenag, Boleh Tarawih di Masjid

Sementara itu, pasien yang dilaporkan meninggal sebanyak 6 orang, berasal dari Kabupaten Tala dua orang pada 7 April 2021 , Kabupaten Kotabaru satu orang pada  5 April, Kabupaten Tanbu satu orang pada 7 April  dan Kota Banjarbaru dua orang pada 5 dan 7 April. Secara akumulasi, totalnya menjadi 864 orang.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin, meminta agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi dan gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Menangani Covid-19 tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergitas dan gotong royong yang kuat dari semua pihak. Utamanya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ujar pria yang akrab disapa Bang Dhin.

Dengan koordinasi yang baik, sinergitas yang kuat, serta gotong royong yang rekat jelasnya melahirkan kebijakan dan program yang tepat. 

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Ini Syarat Pengecualian ASN Bepergian Keluar Daerah

Baca juga: Larangan Mudik & Keluar Daerah Berlaku 6-17 Mei 2021, Kecuali ASN dengan Surat Tugas dan Cuti Khusus

"Jika masing-masing jalan sendiri, saya pesimistis wabah ini bisa cepat tertangani," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved