Breaking News:

Berita Banjarmasin

Menuju Desa Wisata Nasional, Anjir Muara Batola Kalsel Angkat Pesona Alam dan Kearifan Lokal

Tiga desa di Kecamatan Anjir Muara, Batola Kalsel, mendirikan Pokdarwis mengangkat potensi wisata

Amel untuk Banjarmasin Post
Peninjauan kawasan stasiun riset bekantan. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peran Pokdarwis mengembangkan wisata di desa sangat terasa manfaatnya, di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini pulalah yang menjadi alasan tiga desa di Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, mendirikan Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) di wilayahnya masing-masing.

Melalui bentang alam yang indah, serta kearifan lokal yang mempesona dari ketiga desa tersebut, di bawah binaan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), yang terlebih dahulu membuka akses wisata alam di k, pawasan Pulau Curiak, melalui Stasiun Riset Bekantan dan Mangrove Rambai Center, yang telah mendunia, para stakeholder di Kabupaten Barito Kuala, melakukan kolaborasi mengangkat potensi wisata tersebut.

“Melalui dukungan penuh ibu Bupati Hj Noormiliyani AS, SH, yang juga Pembina SBI foundation, bersama para pemangku kepentingan di Batola, kami bertekad menjadikan kawasan Muara Anjir ini sebagai destinasi desa wisata nasional. Karena potensi bentang alam serta kearifan lokal masyarakat setempat layak dijual sebagai destinasi wisata. Apalagi partisipasi dan peran masyarakat, melalui Pokdarwisnya sangat mendukung," jelas Amalia Rezeki Founder SBI, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Desa Wisata di Puncak Harapan Kabupaten Tapin Terkendala Jaringan Internet

Baca juga: Manfaatkan Kearifan Lokal, Kini Desa Wisata Muara Kanoco Batola Jadi Destinasi di Batola

Dijelaskannya, saat ini pemerintahan desa dan para pemuda setempat membentuk Pokdarwis untuk memacu pengembangan wisata di desanya masing-masingi.

"Para punggawa Pokdarwis yang terdiri dari tokoh masyarakat dan anak muda itu segera mengolah berbagai potensi yang dimiliki oleh desanya untuk menjadi desa wisata dengan berbagai obyek wisata sekaligus," jelas Amel, panggilan akrab Amalia Rezeki.

Dijelaskan Dosen Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini, potensi yang dimiliki desa tersebut adalah bentang alam, berupa kawasan hutan mangrove rambai, dengan berbagai kekayaan flora dan fauna, seperti terdapatnya satwa ikon kebanggaan Provinsi Kalsel, yaitu Bekantan (nasalis larvatus ).

Selain itu, jelas dia, ada hamparan sawah pasang surut, kehidupan petani dan nelayan yang harmonis menyatu dengan alam.

Baca juga: Gudang Mebel Terbakar di Pemurus Luar Banjarmasin, Pemadam Perlu Lebih dari 3 Jam Taklukan Api

"Adanya atraksi pasar terapung ikan, sedekah sungai dan kesenian pencak silat Kuntow. Di kawasan ini juga dapat menikmati panorama matahari terbit dan tenggelam yang menghiasi langit di seputaran desa wisata," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved