Breaking News:

Berita Tabalong

Wabah Corona Kalsel, Tabalong Kembali Terima 2.500 Dosis Vaksin Sinovac, Hasil Permintaan Tambahan

Wabah Corona Kalsel, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabalong terus digencarkan dengan menyasar target yang telah ditetapkan.

banjarmasinpost.co.id/donyusman
Wabah Corona Kalsel, Vaksin sinovac sebanyak 250 vial atau 2500 dosis diamankan di cool room Kabupaten Tabalong. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Wabah Corona Kalsel, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabalong terus digencarkan dengan menyasar target yang telah ditetapkan.

Untuk mencukupi stok yang ada, Tabalong pun secara khusus telah meminta tambahan vaksin sinovac ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)

Sebelumnya, Tabalong sudah ada tiga kali menerima kedatangan vaksin sinovac dengan total keseluruhan ada 7.860 dosis vaksin

Rinciannya, datang pertama ada 2.960 dosis, kedua 230 vial yang pervialnya untuk 10 dosis jadi total 2.300 dosis dan ketiga 260 vial yang pervialnya untuk 10 dosis jadi total untuk 2.600 dosis.

Baca juga: Tim Peneliti Vaksin Nusantara Didominasi WNA Asal AS, BPOM Beberkan Fakta Mengejutkan

Baca juga: Jelang PON Papua 2021, Para Atlet Wasaka Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Ratusan Pegawai DPMD Kapuas Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Baca juga: Kerjasama dengan Dinkes Banjar, Karyawan Aston Banua Hotel Jalani Vaksinasi Covid-19

Namun stok tersebut dirasa kurang sehingga mengajukan lagi permintaan sebanyak 250 vial yang pervialnya untuk 10 dosis jadi total 2.500 dosis.

Kepala UPT Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Tabalong, Nurhafizah, membenarkan, adanya permintaan tambahan stok vaksin.

"Jumlahlah 250 vial untuk 2.500 dosis," katanya.

Vaksin tambahan itu saat ini posisinya sudah disimpan dalam cool room Instalasi Farmasi Tabalong sejak tiba pada Kamis (8/4/2021) sore.

Disampaikannya, vaksin yang datang mereka ambil sendiri ke gudang farmasi Kalsel dan tidak diantarkan seperti sebelumnya.

Ini karena vaksin yang ada ini merupakan permintaan tambahan, di luar dari tahapan distribusi yang dilakukan provinsi ke kabupaten-kabupaten.

"Jadi ini permintaan tambahan kita karena kebutuhan vaksinnya kurang jadi kita minta ke provinsi dan disetujui, jadi kita ambil sendiri," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved