Breaking News:

Pulau Datu di Tanahlaut

Wisata Kalsel, Pulau Datu Merupakan Tempat Makam Ulama Besar Sekaligus Pengusir Penjajah

Bagi penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), keberadaan Pulau Datu telah cukup dikenal. Termasuk bagi warga provinsi tetangga, Kalimantan Te

banjarmasinpost.co.id/idda royani
Wisata Kalsel, sejumlah pengunjung menapaki dermaga menuju puncak Pulau Datu yang berada di Desa Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, pekan lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI -Bagi penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), keberadaan Pulau Datu telah cukup dikenal. Termasuk bagi warga provinsi tetangga, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sebagaimana predikat yang melekat pada namanya, pulau kecil tersebut bukan tempat biasa. Tapi, tempat istimewa karena di puncaknya terdapat makam ulama besar sekaligus pejuang bangsa yakni Datu Pamulutan.

Datu memiliki enam arti, merujuk KBBi daring. Datu adalah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tapi maknanya berbeda. Datu memiliki arti dalam bidang ilmu sastra.

Datu memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga datu dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Baca juga: Wisata Kalsel, Wisata Religius Andalan Bumi Tuntung Pandang Kabupaten Tanahlaut

Baca juga: VIDEO Wisata Kalsel, Melihat Tempat Pelatihan dan Budi Daya Ulat Maggot di Tabalong

Baca juga: Wisata Kalsel, Tempat Budi Daya Ulat Maggot di Tabalong Manfaatkan Sampah Organik

Baca juga: Wisata Kalsel, Pangsa Pasar Utama Ulat Maggot Tabalong Adalah Pehobi Burung dan Ikan

Pada lingkup kultur di Banua (Kalsel), datu bermakna tokoh berpengaruh kuat dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keistimewaan atau kemampuan (kekuatan) di atas manusia biasa.

Pemerhati budaya Tala, Ismail Fahmi menuturkan di puncak Pulau Datu terdapat makam tokoh ternama yairu Sultan Hamidinsyah yang kemudian lebih dikenal dengan gelar Datu Pamulutan.

Dikatakannya, Datu Pamulutan bukan sekadar tokoh berpengaruh di Kalsel pada masa silam, namun juga seorang ulama. Lebih dari itu juga seorang pejuang di Kalsel pada masa penjajahan silam.

Fahmi mengatakan keberadaan serta sejarah terbentuknya Pulau Datu juga sangat lekat dengan Datu Pamulutan. Karena itu kemudian oleh masyarakat dinamai Pulau Datu. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved