Breaking News:

Berita HST

Dinas Pertanian Sebut HST Masih Surplus Pangan, Meski 5.000 Hektare Padi Fuso Akibat Banjir

Kurang lebih 5.000 Hektare tanaman padi di HST mengalami fuso, namun sebagian lahan masih bisa dipulihkan sehingga petani masih bisa panen.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
DInas Perdagangan HST
Kabid Perdagangan DInas Perdagangan Hulu Sungai Tengah, saat memantau harga bahan pokok di Pasar Keramat Barabai, JUmat 9 April 2021. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah merilis, dampak banjir bandang 14 Januari 2021 lalu, mengakibatkan kurang lebih 5.000 Hektare tanaman padi mengalami fuso.

Meski demikian, sebagian lahan di beberapa wilayah di HST yag terdampak banjir tersebut masih bisa dipulihkan sehingga petani masih bisa panen.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Misradi menyebutkan, berdasarkan data yang diterima dari Januari hingga Maret 2021 hasil panen yang sudah dikonversi menjadi beras mencapai 68.487 ton.

Sedangkan kebutuhan konsumsi selama 1 tahun sebanyak 26.425 ton.

Baca juga: Sidak ke Pasar Tradisional Jelang Ramadhan 1442 H, TPID HST Laporkan Harga Bahan Pokok Stabil

Baca juga: Resah Diduga Ada Buaya Berkeliaran, Warga Desa Kias HST Takut Cari Ikan Malam Hari

“Artinya untuk kebutuhan pangan masih mengalami surplus sebanyak 41.593 ton. Dengan catatan petani tidak menjual hasil panennya secara besar-besaran ke luar Kabupaten,” kata Misradi saat rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan pun memperkirakan kebutuhan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Kabupaten HST.

Termasuk harga di pasaran, secara umum tidak mengalami lonjakan.

Pada rapat itu, Dinas Perdagangan juga melaporkan telah melaksanakan beberapa kali Operasi Pasar Murah LPG dan sembako.

Baca juga: Anggota Polsek Banjarmasin Tengah dan DPO Tenggelam, Sempat Bergumul Sebelum Menghilang

Baca juga: Komparasi Mekanisme LKPj, DPRD Kalsel Konsultasi ke DPRD DKI Jakarta, Ternyata Ada Perbedaan ini

Operasi pasar dilakukan mulai 11 Februari – 15 April 2021 agar harga kebutuhan pokok tetap stabil.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved