Breaking News:

BLT UMKM 2021

BLT UMKM 2021 Masih Didapat, Ini Cara Terbaru Mendapatkan Subsidi Pemerintah

Banpres Usaha Mikro ( BPUM) UMKM 2021 atau BLT UMKM dilanjutkan di 2021. Penyalurannya mulai dilakukan di Maret 2021.

Editor: M.Risman Noor
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Cara Pencairan Dana Banpres atau BLT UMKM 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banpres Usaha Mikro ( BPUM) UMKM 2021 atau BLT UMKM dilanjutkan di 2021. Penyalurannya mulai dilakukan di Maret 2021, dan saat ini telah memasuki bulan April 2021.

Bagi anda yang ingin mendapatkan bantuan ini, bisa disimak ulasan tentang cara mendapatkan BLT UMKM 2021. Perlu diingat hanya UMKM yang telah mendaftar dan diusulkan lembaga pengusul yang bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah ini.

Adapun besaran BLT UMKM tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Jumlah yang diusulkan Kemenkop UKM pada 2021 adalah Rp 2,4 juta, namun karena keterbatasan dana pemerintah, tahun ini BLT UMKM dipotong 50 persen menjadi hanya Rp 1,2 juta.

Baca juga: BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 Masih Dicairkan, Klik sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Baca juga: VIRAL Momen Xanana Gusmao Pakai Kaus Oblong Angkut Kardus Bantu Korban Banjir Dili di Timor Leste

Kendati demikian, pengusaha UMKM yang mendapatkannya akan tetap terbantu untuk meringankan dampak ekonomi akibat wabah virus corona bagi para pelaku usaha kecil.

Simak informasi pendaftarannya dan cara mencairkannya. Untuk penerimanya bisa dilihat di https://eform.bri.co.id/bpum.

Pengumuman soal program Banpres Produktif untuk pelaku usaha mikro ( BPUM UMKM) 2021 resmi dibuka.
Pengumuman soal program Banpres Produktif untuk pelaku usaha mikro ( BPUM UMKM) 2021 resmi dibuka. (Instagram @KemenkopUKM)

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (1/4/2021) mengatakan, besaran dana yang diberikan dalam program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau BLT UMKM dipotong sebesar 50 persen.

Apabila di tahun sebelumnya program ini menyalurkan dana sebesar Rp 2,4 juta per UMKM, kini menjadi Rp 1,2 juta. Dia menjelaskan, potongan ini dilakukan karena keterbatasan dana yang diberikan oleh pemerintah.

"Anggaran tahun ini bakal beda. Saat ini disetujui 12,8 juta penerima. Untuk besarannya Rp 1,2 juta bukan Rp 2,4 juta," ujar Teten.

Selain anggaran yang dipotong, pemerintah juga menambah lembaga penyalurannya. Apabila sebelumnya hanya melalui BNI dan BRI, kini ditambah Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan POS Indonesia.

Sementara lembaga pengusul juga dipotong yang sebelumnya 5 lembaga pengusul yang terdiri dari Dinas yang bertanggung Jawab atas koperasi dan UKM hingga Perbankan dan Perusahaan yang terdaftar di OJK, kini hanya 1 lembaga.

Baca juga: BST Rp 300.000 April 2021 Sudah Cair, Cek Daftar Penerima di dtks.kemensos.go.id

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved