Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Dugaan Pemalsuan Dokumen Disidik Polda Kalsel, Tim BirinMu dan H2D Berikan Tanggapan

Polda Kalsel naikkan status dugaan pemaluasn dokumen ke tahap penyidikan. Tim BiriMu tunggu tersangka, H2D siap ajukan saksi yang akan diminta polisi.

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Komisioner KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib, setelah memberikan keterangan dan klarifikasi kepada penyidik Polda Kalimantan Selatan, Selasa (21/3/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendapati unsur pidana dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen surat pernyataan yang dijadikan alat bukti di sidang PHPU pemilihan gubernur, Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan telah menaikkan status penanganan ke status penyidikan.

"Ditetapkan naik ke status penyidikan," kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Mochamad Rifa’i, saat dikonfirmasi.

Kasus ini diawali dari laporan Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib, yang tak terima dan menyebut tandatangannya dalam dokumen yang dijadikan alat bukti oleh pihak pemohon dalam PHPU Pilgub Kalsel telah dipalsukan. 

Dimana dalam surat pernyataan itu disebut berisi pernyataan manipulasi perolehan suara Pilgub Kalsel yang mencantumkan nama dan tanda tangan Abdul Muthalib sebagai Komisioner KPU Banjar. 

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel, Bawaslu Tapin Keluarkan Surat Larangan Kampanye ke Tim Pemenangan Paslon

Baca juga: VIDEO Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020, Staf Bawaslu Kalsel Divaksin

Terkait hal ini, Tim Hukum Paslon Paman BirinMu yang dinahkodai Andi Syafrani, mengatakan, dengan status penanganan yang naik ke sidik, maka semakin menguatkan dugaan bahwa surat pernyataan yang dijadikan alat bukti oleh pemohon yaitu Paslon H2D tersebut dipalsukan. 

"Secara hukum, pelaku yang diduga membuat surat tersebut akan terkuak. Dalam hukum, pihak yang menggunakan dokumen palsu pun dapat dijerat pidana," kata Andi. 

Andi mengatakan, dalam persidangan PHPU Pilgub Kalsel, alat bukti berupa surat pernyataan tersebut diserahkan langsung oleh H Denny Indrayana sebagai principal ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Ia menyatakan akan ikut memonitor kelanjutan kasus yang ditangani Ditreskrimum Polda Kalsel tersebut. 

Baca juga: VIDEO Bawaslu Kabupaten Banjar Imbau Pemilih PSU Pilgub Kalsel 2020 Cegah Politik Uang

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel 2020, Komisioner Bawaslu Banjar Ini Sebut Sudah Petakan Pengawas di 502 TPS

"Diharapkan, penyidik segera menetapkan dan mengumumkan siapa tersangka dalam kasus ini," tutur Andi. 

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved