Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Cabai Masih Mahal, Ini Solusi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel

Pedagang cabai di Banjarbaru jual Rp 80 ribu-Rp 90 ribu per kg. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel sarankan konsumsi tiung, taji, rawit yang lebih murah

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Cabai yang dijual seorang pedagang di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/1/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BANJARBARU - Harga cabai rupanya masih tinggi, jelang Ramadhan 1442 H. 

Padahal pemerintah pusat janjikan harga cabai akan segera turun. Sedangkan di Kalimantan Selatan, harganya di pasaran masih tinggi.

Pedagang sayuran di Kota Banjarbaru, Hj Laila, mengatakan, harga cabai masih tinggi, yakni Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.

Meski begitu, ia mengaku jika harga cabai sudah mulai turun dari sebelumnya yang mencapai Rp 120.000 per-kilogram.

Baca juga: Penuhi Target Ekspor 100 Ton, Petani Porang di Balangan Kalsel Masih Terkendala Pengeringan

Baca juga: Jelang Ramadhan, Penjualan Bingka di Tapin Kalsel Meningkat

"Ini sudah mulai menurun, hanya Rp 80.000 sampai Rp 90.000 sekilogramnya. Kalau kemarin Rp 120.000-an," sebut Hj Laila. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, mengatakan, cabai rawit lagi dalam krisis nasional, di mana-mana mahal.

"Termasuk di Kalsel, terutama cabai rawit lokal atau rawit Banjar, mengalami kenaikan harga," ujar Kadisdag Kalsel

Karena sejak Desember 2020 curah hujan sangat tinggi dan ada banjir di beberapa daerah sentra penghasil cabai, sehingga gagal panen. "Dampaknya pasokan berkurang dan harga menjadi mahal," sambung dia.

Baca juga: Terlepas Lagi, Besi Oprit Jembatan Barito Kalsel Bahayakan Pengendara Roda Dua

Baca juga: DPRD Kalsel Perdalam Materi Pembahasan LKPj Gubernur Kalsel TA 2020 Ke DPRD Provinsi Jatim

Disinggung tentang mengatasi permasalah ini, Birhasani menjawab, pihhaknya meminta masyarakat pandai memilih jenis cabe alternatif. 

"Jika cabe rawit loka mahal, masih ada alternatif rawit tiung dan taji yang selisih harganya lebih murah Rp 10.000  hingga Rp 20.000 per kilogramnya. Kalau mau lebih murah lagi adalah rawit hijau hanya Rp 30.000 sampai Rp 35.000," tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved