Breaking News:

Tajuk

Tarawih dan Prokes

pelaksanaan tarawih dan salat Idulfitri dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas tempat yang digunakan

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - TAK terasa sebentar lagi Ramadan tiba, bulan penuh berkah, bulan mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Dan yang membuat umat muslim bersuka cita, menyambut Ramadan tahun ini.

Kementerian Agama mengizinkan pelaksanaan salat tarawih dan salat Idulfitri 1442 Hijriyah secara berjemaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kendati diperbolehkan, dalam surat edaran Nomor 3 Tahun 2021, pelaksanaan tarawih dan salat Idulfitri dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas tempat yang digunakan.

Sementara acara pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan dan kuliah Subuh, dibatasi paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala pun mesti dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50 persen.

Meski ada pembatasan, tak mengurangi kebahagiaan masyarakat Indonesia termasuk Kalimantan Selatan, karena pada Ramadan sebelumnya salat tarawih di masjid ditiadakan, semua kegiatan hanya diperbolehkan di rumah.

Tahun lalu ramadan terasa sepi karena tak terdengar suara tadarus di masjid, dengan keluarnya izin pemerintah diharapkan Ramadan tahun ini lebih terasa suasananya.

Meski masih ada beberapa tradisi yang masih belum bisa dilaksanakan, seperti Pasar Wadai Ramadan yang menambah semarak suasana puasa di Kota Seribu Sungai.

Pedagang hanya dianjurkan untuk menjual di rumah atau lewat online.

Kembali ke izin dibolehkannya salat tarawih berjemaah. Kegembiraan ini jangan sampai membuat lalai menjaga kesehatan, ingat, kita masih berada pada suasana pandemi.

Bahkan angka penularan semakin tinggi, disertai munculnya virus corona varian baru. Dibutuhkan kesadaran diri sendiri untuk menjaga kesehatan jangan sampai tertular. Karena masih banyak yang mengabaikan pentingnya memakai masker hanya dengan alasan lupa, mencuci tangan hingga menjaga jarak.

Karena itulah Satgas Covid harus semakin menggencarkan operasi yustisi protokol kesehatan, untuk mengingatkan orang-orang yang seenaknya mengabaikan aturan dan tak peduli keselamatan orang lain.

Ingatlah tujuan datang ke masjid untuk beribadah berjemaah dan bersilaturahmi meski tanpa bersalaman, bukan ke masjid hanya untuk duduk bergerombol. Dan jangan merasa karena sudah divaksin sehingga tak mengindahkan aturan, karena meski sudah divaksin bukan berarti sudah kebal.

Manfaatkanlah waktu beribadah di masjid selama Ramadan sebaik mungkin. Jangan seenaknya melanggar aturan, patuhi apa yang sudah ditetapkan untuk menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan sekitarnya.

Marilah bersama kita ambil hikmah bulan Ramadan, dan berdoa semoga situasi seperti ini segera berakhir. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved