Breaking News:

HSU Mantap

Disperindagkop UKM Kabupaten HSU Ajarkan Warga Kreasikan Olahan Ikan

Warga dan nelayan mengikuti pelatihan pengolahan ikan di Kecamatan Danau Panggang yang diselenggarakan Disperindagkop dan UKM Kabupaten HSU.

PEMKAB HSU
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyelenggarakan program pelatihan pengolahan produk ikan bagi nelayan dan Usaha Kecil Menengah (UKM). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, masih belum maksimal memanfaatkan produk perikanan.

Kondisi demikian membuat pemkab hsu merancang program pelatihan pengolahan produk ikan bagi nelayan dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menurut Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop-UKM) Kabupaten HSU, M Rafiq, besarnya potensi perikanan di Kabupaten HSU yang mencapai hampir 19 ribu ton per tahun di tahun 2020.

Dikatakan, hal itu tak sebanding dengan hasil yang dimaksimalkan menjadi produk olahan ikan.

"Di Kecamatan Danau Panggang saja produksi ikannya mencapai 3 ribu ton lebih dan Kecamatan Paminggir capai 2 ribu ton lebih. Jadi, hasil dari dua kecamatan ini mencapai 45 persen dari total produksi ikan di Kabupaten HSU," rinci Rafiq.

Para peserta program pelatihan pengolahan produk ikan bagi nelayan dan Usaha Kecil Menengah (UKM), diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Para peserta program pelatihan pengolahan produk ikan bagi nelayan dan Usaha Kecil Menengah (UKM), diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (PEMKAB HSU)

Karenanya, lanjut Rafiq, hasil produksi ikan yang berlimpah ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah salah satunya melalui berbagai macam olahan produk ikan yang dapat dipasarkan secara luas.

Pendapatan hasil penjualan ikan dari para nelayan ke pengepul lebih sedikit keuntungannya, dibandingkan keuntungan yang didapat oleh para pengepul.

Oleh karena itu, ia berharap nantinya para nelayan di dua kecamatan ini tidak hanya menjual ikan secara langsung, akan tetapi juga mengolahnya menjadi berbagai produk olahan ikan, seperti abon ikan, ikan sepat kering dalam kemasan dan lain-lain.

Melalui program pelatihan ini, ia juga berharap hasil produksi olahan ikan yang dibuat dapat benar-benar bersaing, mulai dari segi keamanan sampai dengan kemasan yang menarik sehingga dapat menembus pasar-pasar supermarket.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved