Breaking News:

KaltengPedia

KaltengPedia : Profil Pelabuhan Rambang Sungai Kahayan Palangkaraya Kalteng  

Pelabuhan atau Dermaga Rambang terletak di Jalan Riau Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Palangkaraya Kalteng

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kapal Susur Sungai ngetem di Pelabuhan Rambang Palangkaraya ini siap melayani warga yang ingin berkeliling Sungai Kahayan, Selasa (13/4/2021). 

 BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pelabuhan atau Dermaga Rambang terletak di Jalan Riau Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangkaraya.

Pelabuhan Rambang adalah pelabuhan terbesar yang dimiliki Kota Palangkaraya.

Dulunya, aktifitas kapal di pelabuhan ,sangat padat terutama, untuk melayani kapal angkutan barang dan penumlang dari wilayah hulu sungai seperti di Kuala Kurun, Tewah Kabupaten Gunungmas.

Baca juga: KaltengPedia - PMI Kabupaten Kotawaringin Timur Kalteng

Baca juga: KaltengPedia - Klinik Nahdatul Ulama Kalteng di Palangkaraya

Bukan hanya itu, pelabuhan tersebut  juga menjadi urat nadi Kota Palangkaraya, karena sebelum Jembatan Penyeberangan Sungai Kahayan dibangun terbangun, akses jalan darat ke Pahandut Seberang lewat kapal feri penyeberangan.

Tentunya, alat transportasi andalan melalui kapal atau perahu getek dan speedboat serta longboatlah yang jadi andalan bagi angkutan barang dan penumpang, sehingga aktifitas bongkar muat barang maupun penumpang cukup padat.

Ini berubah drastis, ketika jembatan baja penyeberangan Sungai Kahayan sudah terbangun dan jalan darat dari Palangkaraya menuju sejumah kabupaten di daerah aliran sungai barito terhubung, juga ke Gunungmas Kapuas dan Pulangpisau hingga ke Kalsel.

Baca juga: KaltengPedia - Padang Golf Isen Mulang Palangkaraya Kalteng

Kini, aktifitas Pelabuhan Rambang, semakin sepi, karena angkutan barang dan penumpang hanya sedikit yang singgah  atau memanfaatkan pelabuhan rambang, karena setelah jalan darat sudah terhubung dan lancar, angkutan armada kendaraan darat jadi pilihan transportasi lebih murah.

Jikapun, masih ada aktifitas angkutan sungai hanya kelotok penyeberangan atau perahu getek yang biasa dipakai warga untuk menyeberang Sungai Kahayan yang jumlahnya juga sedikit. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved