Breaking News:

Berita Banjarmasin

Anggota DPRD Kalsel Sebut Ratusan Perusahaan Tambang Belum Bayar Pajak Air Permukaan

Total 150 perusahaan tambang, anggota DPRD Kalsel sebut baru lima perusahaan yang Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air dan bayar pajak.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Ketua komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Suprastowo, sebut cuma 5 yang memiliki Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air (SIPPA) dari total 150 perusahaan tambang, Rabu (14/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pendapatan Pajak Air Permukaan (PAP) di Kalimantan Selatan masih sangat minim.

Bahkan, tedapat ratusan perusahaan tambang yang belum memiliki Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air (SIPPA).

Hal itu dibeberkan Ketua komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo, Rabu (14/4/2021) tentang lima perusahaan yang memiliki SIPPA dari total dari 150 perusahaan.

Menurut Imam, karena Pajak Air Permukaan (PAP) masih dikatakan baru tidak menutup kemungkinan masih  banyak perusahaan yang belum mengetahui. Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara lebih gencar.

Baca juga: Muktamar Luar Biasa PKB, Dewan Syuro PKB Kalsel Serahkan Keputusan Pada DPW

Baca juga: Penasihat BKPRMI Kalsel Dukung Peluncuran Pemuda Indonesia Mengaji di Banjarmasin

Sementara itu, Kalsel sudah memiliki Pergub Nomor 10 Tahun 2017 tentang bagi hasil pajak air permukaan  dengan kabupaten dan kota.

"Selama ini, banyak perusahaan tambang yang tidak memiliki SIPPA. Air tanah kini kewenangan kabupaten kota., sedangkan permukaan yang di bawah provinsi," imbuhnya.

Politikus dari Partai PDIP ini juga mengarahkan Dinas Badan Aset dan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel untuk melakukan monitoring, kontrol ke tambang untuk mengecek water meter yang terpasang

"Kemungkinan banyak terjadi kecurangan pemasangan water meter. Lokasi yang diizinkan, berbeda tempatnya,. Makanya dicek ke lapangan," katanya.

Baca juga: Narkoba Kalsel : Dihampir Polisi, Sopir Truk Asal Banjarmasin Ini Panik Lalu Buang  Sabu

Baca juga: Belajar Tatap Muka Kalsel, Disdik Kotabaru Minta Satu Ruang Kelas Satu Alat Pengukur Tubuh

Karenanya, dia meminta agar nantinya Bakeuda Kalsel bisa memiliki mobil yang bisa masuk ke area tambang untuk melakukan pengawasan water meter. 

"Kami juga minta agar Bakeuda bisa bekerja sama dengan Dinas Perdagangan agar melakukan kalibrasi alat water meternya," pinta dia.

Perusahaan tambang, ujar Imam, dipastikan memanfaatkan air permukaan. Pasalnya, saat kemarau, perusahaan akan melakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu.

Dengan memaksimalkan PAP, maka menurut Imam, dapat meningkatkan PAD Kalsel. 

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved