Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Dugaan Pemalsuan Alat Bukti Sidang PHPU Pilgub Kalsel, Sejumlah Pihak Dipanggil Sebagai Saksi

Pilkada Kalsel 2020, Kasus dugaan pemalsuan dokumen berupa surat pernyataan yang dijadikan alat bukti dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (

Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Pilkada Kalsel 2020, Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib usai memberikan keterangan dan klarifikasi kepada penyidik Polda Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pilkada Kalsel 2020, Kasus dugaan pemalsuan dokumen berupa surat pernyataan yang dijadikan alat bukti dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Tahun 2020 terus bergulir.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, dalam tahap penyidikan ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel sudah memanggil Komisioner KPU Banjar, Abdul Muthalib.

"Ya sudah diperiksa hari Senin (12/4/2021)," kata Kabid Humas dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (14/4/2021).

Abdul Muthalib merupakan orang yang membuat laporan ke polisi karena meyakini tandatangannya dalam surat pernyataan yang dijadikan Paslon Nomor Urut 2 Pilgub Kalsel, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D sebagai bukti dalam sidang PHPU dipalsukan.

Dikonfirmasi terpisah, Abdul Muthalib atau yang akrab disapa Azis mengakui diperiksa pada Senin (12/4/2021) sejak pukul 9.00 Wita.

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, Partisipasi Pemilih Rendah Jadi Momok di PSU Pilwali Banjarmasin

Baca juga: Pertama Kali Diperiksa KPU Pasca Banjir Bandang HST, Begini Kondisi Kotak Suara Pilkada Kalsel

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, Tegaskan Tak Ada Kampanye di PSU, KPU Banjarmasin Surati Paslon

"Sudah dipanggil ke Polda, sekitar jam 9.00 Wita. Saya dipanggil sebagai korban," kata Azis.

Kepada dirinya, penyidik kata Azis masih menanyakan seputar surat pernyataan berisi pengakuan manipulasi perolehan suara Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar yang dibubuhi tandatangan Azis.

"Pertanyaannya masih seperti kemarin," beber Azis.

Azis tetap berkukuh bahwa Ia tidak pernah menandatangani surat pernyataan tersebut dan tandatangannya dalam pernyataan itu dipalsukan.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved