Breaking News:

Berita HST

VIDEO Warga Papagaran Kabupaten HST Membuat Sajian Kuliner Meratus

Warga Papagaran Kecamatan Hantakan Kabupaten HST berlatih mengolah makan menjadi menu kuliner khas kawasan Pegunungan Meratus tempatnya tinggal.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ayam bakar ala Papagaran, lauk iwak bapalan (ikan yang dimasak dalam buluh bambu), ubi bapalan yang dimasak secara alami.

Itulah beberapa menu sangat khas di kawasan ekowisata, Dusun Papagaran, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami melatih cara menyajikannya agar lebih menarik dan bagaimana proses memasak agar pengolahannya lebih higienis walapupun secata tradisional. Sedangkan bumbu-bumbunya, tetap orisinal resep mereka,”ungkap Reza Pahlefi, pembina warga desa setempat.

Reza dan teman-teman menyatakan serius ingin membina warga di kawsan Pegunungan Meratus ini agar mereka bisa mengembangkan sektor wisata.

Baca juga: Ganggu Pengguna Jalan, Dewan HST Minta Aksi Balapan Liar Ditertibkan

Baca juga: Soal Usul KLB, Ketua DPC PKB HST Masih Menunggu  Sikap DPW Kalsel

Diharapkan, jika infrastruktur di kawasan Titian Musang kawasan setempat sudah terbangun, khususnya kafe  mini, nantinya bisa menjual kuliner khas tersebut kepada wisatawan sebagai kuliner meratus.

Untuk itu, ungkap Reza, pihaknya pun mendatangkan ahli masak dari Kota Banjarmasin. “Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti pelatihan menyajikan masalah ini,” katanya.

Mereka juga diajarkan membuat kreasi menu, yakni masakan jengkol. Terlebih, Papagaran adalah salah satu penghasil buah jengkol.

Namun, sayang warga setempat hanya bisa mengalah dengan cara merebus dan dimakan dengan lala.

Baca juga: Hari Pertama Ramadhan 1442 H, Pedagang Kuliner di Barabai HST Berjualan di Depan Rumah   

Baca juga: Miris, Petani di Kabupaten HST Jual Hasil Panen Sisa Banjir Hanya Dihargai Rp 4.300 Per Kg

“Untuk itu, kami juga ajarkan kepada mereka bahwa jengkol bisa dimasak dengan cara lain, dengan bumbu kreasi,” imbuh Reza.

Sementara itu, Madin, warga setempat, merasa senang dengan adanya pembinaan wisata ini.

Menurut Madin, Papagaran punya banyak potensi yang bisa diolah. Di antaranya, madu kalulut dan madu hutan yang berlimpah saat musim panen.

Buah jengkol, serta buah durian dan pampakin, jika sedang musim juga berlimpah.

Baca juga: Harga Gabah Anjlok, Petani di Desa Bakti HST Tak Bisa Bayar Hutang Pupuk 

Baca juga: Pupuk Langka, Petani di HST Berharap Harga Bersubsidi Kembali Normal

“Kami berharap, jika desa kami berhasil jadi kawasan wisata, makin mudah memasarkan hasil bumi dan buah-buahan nantinya,” kata Madin.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved