Breaking News:

Wabah Corona Kalsel

Wabah Corona Kalsel, Kadinkes Banjarbaru: Banyak Faktor Membuat Hasil Swab Beda-beda

Tudingan anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari soal kesengajaan mempositifkan lima anggota dewan setempat karena hasil swab berbeda beda ditanggapi Dinas

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
ilustrasi:l Swab antigen dilaksanakan Dinas Kesehatan di halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (22/3/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU- Wabah corona Kalsel, tudingan anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari soal kesengajaan mempositifkan lima anggota dewan setempat karena hasil swab berbeda beda ditanggapi Dinas Kesehatan Banjarbaru.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan terjadi perbedaan hasil sweep antara Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kalimantan Selatan dan laboratorium swasta.

"Mohon maaf dalam hal ini saya tidak berkompeten untuk memberikan komentar yang mana yang benar yang mana yang salah," ujar dia.

Rizana menduga kemungkinan saat seseorang melakukan tes dan dinyatakan positif namun beberapa hari kemudian melakukan tes di laboratorium lain hasilnya negatif.

Baca juga: Hasil Swab PCR Membingungkan, Anggota DPRD Banjarbaru Lapor ke Ombudsman Kalsel

Baca juga: Akurasi Hasil Swab Test Membingungkan, Anggota DPRD Banjarbaru Ini Sebut Sering Bias

Baca juga: Hasil Swab Test RSD Banjarbaru Bikin 5 Anggota DPRD Banjarbaru Ini Bingung, Minta Alat Dikalibrasi

Baca juga: VIDEO Swab Massal di Kantor Diskominfo Kota Banjarbaru

"Mungkin saja saat pemeriksaan hari terakhir dia positif kemudian periksa lagi lalu negatif yang artinya sudah sembuh dari infeksi," kata dia.

Faktor lain ujar Rizana untuk swab positif atau negatif adalah cara pengambilannya dan cara penyimpanannya cara pengolahannya alat dan sebagainya.

"Ini bisa jadi banyak faktor namun sekali lagi saya tidak kompeten untuk menjawab siapa yang benar," ujar dia.

Saat ini kata Rizana pemerintah provinsi sedang melakukan audit dan pemeriksaan uji kualitas.

Mengenai arahan dinas kesehatan tetap meminta isolasi mandiri kepada lima anggota DPRD Banjarbaru, Rizana mengatakan BTKL-PP Kalimantan Selatan milik pemerintah jadi jika dinyatakan positif tetap diminta isolasi.

"Itu yang kita pakai kalau kita pakai milik swasta jika terjadi kemungkinan terburuk negatif lalu ternyata dia benar positif apa tidak menukarkan ke lain ini juga untuk kepentingan bersama," kata dia.

Sebelumnya lima anggota DPRD itu dibuat bingung dengan hasil tes usai menjalani uji usap atau swab test di rumah sakit daerah (RSD) Idaman dengan .

Saat test di RSD Idaman mereka dinyatakan positif terpapar Covid 19. Merasa tidak yakin kelimanya lalu kembali menjalani tes swab PCR mandiri di laboratorium swasta dan hasilnya justru berbeda.

Emi Lasari pun curiga hasil beda ini untuk mempositifkan orang dan akibat alat tes PCR di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kalimantan Selatan yang lama tidak diperbaharui.

"Kita minta alat di BBTKL dikalibrasi dan dilakukan pengecekan tingkat akurasinya agar tidak terjadi kesalahan hasil yang bisa membuat orang sehat di nyatakan positif," kata Emi.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved