Breaking News:

Berita Tala

Wabah Corona Kalsel, Pengelola Rumah Ibadah di Tala Diminta Isi Setengah Kapasitas

Wabah Corona Kalsel, berkepanjangannya pandemi corona virus diseases (covid-19) memunculkan kerisuan tersendiri menyusul tibanya bulan Ramadan 1442 hi

Banjarmasinpost.co.id/idda royani
HM Sukamta, Bupati Tala 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Wabah Corona Kalsel, berkepanjangannya pandemi corona virus diseases (covid-19) memunculkan kerisuan tersendiri menyusul tibanya bulan Ramadan 1442 hijriyah tahun ini. Apalagi jika di wilayah tertentu ada yang masuk zona merah.

Ketika hal itu terjadi tentu diperlukan pengaturan khusus, terutama dalam hal pelaksanaan salat tarawih selama bulan suci itu.

"Mudah-mudahan ibadah lancar dan tak ada corona yang menular. Karena itu kalau saya tetap pakai masker saat tarawih," ucap Juhran, warga Pelaihari, Rabu (14/4/2021).

Dirinya juga selalu berupaya menjaga jarak. "Jadi kalau misal pas jemaah di langgar banyak, saya ke langgar di kompleks sebelah saja atau di rumah saja. Toh, tetap bisa salat tarawih juga walau di rumah," tandasnya.

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Dua Balita Jalani Perawatan di Fasyansus Covid-19 Tanahlaut

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Sebanyak 90 Persen Dokter di Kalsel Sudah Divaksin Covid-19

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, SKPD di Banjarmasin Diminta Membawa Minimal 5 Lansia untuk Divaksin

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Tabalong Kembali Terima 2.500 Dosis Vaksin Sinovac, Hasil Permintaan Tambahan

Bupati Tala HM Sukamta mengatakan di daerahnya salat tarawih pada Ramadan tahun ini dapat dilaksanakan pada seluruh penjuru wilayah.

Namun teknis pelaksanaannya, jelas Sukamta, perlu ada pengaturan yakni mengurangi jumlah jemaah.

"Tiap langgar maupun masjid kami minta hanya diisi setengah atau 50 persen dari kapasitas jemaah karena mesti dilakukan perenggangan jarak antarjemaah," ucap Sukamta.

Apabila di lingkungan RT kebetulan ada langgar/masjid dan masuk zona merah (ada kasus positif covid-19 sebanyak 5-10 orang), sebut Sukamta, barulah di lingkungan itu ditiadakan salat tarawih di rumah ibadah hingga kasus positif berkurang.

"Kalau data tiga pekan lalu ada di Jalan Majakeling dalam satu RT tercatat enam kasus positif covid dan di situ ada langgarnya. Saya belum dapat laporan terbaru dari juru bicara Gugus Tugas, tapi bisa saja sekarang sudah sembuh," sebut Sukamta.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved