Breaking News:

Techno

Bisnis Smartphone Melempen, Huawei Lirik Produksi Mobil Listrik

Huawei agaknya mencari peluang baru untuk melebarkan bisnisnya di luar bisnis smartphone,termasuk bisnis mobil listrik.

Editor: M.Risman Noor
carnewscafe.com
Chairman dan CEO Tesla Motors Elon Musk 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Merambah ke bisnis lain dilakukan pihak Huawei. Produsen gadget ini mulai melirik bisnis mobil listrik.

Bila terwujud akan menjadi pesaing Tesla yang sudah lebih dulu memproduksi mobil listrik.

Bisnis smartphone Huawei tak bisa dipungkiri memang tengah lesu karena blacklist oleh Amerika Serikat.

Total pengiriman ponsel Huawei di pasar global pun anjlok pada kuartal IV-2020, menurut data IDC.

Baca juga: DAFTAR Handphone Samsung Terbaru dan Harganya Akhir Maret 2021, Mulai Rp 1 Jutaan

Baca juga: Spesifikasi & Harga Resmi Oppo Reno 4F : Dibandrol Rp 4 jutaan, Gunakan Chipset Processor Helio P95

Saat bisnis smartphone-nya lesu, Huawei agaknya mencari peluang baru untuk melebarkan bisnisnya di luar bisnis smartphone.

Kini, vendor smartphone asal China itu memantapkan diri untuk masuk ke industri mobil listrik. Huawei dilaporkan akan menginvestasikan dana sekitar satu miliar dollar AS (kira-kira Rp 14,5 triliun) untuk mengembangkan kendaraan listrik dan teknologi self-driving.

"Kami akan menginvestasikan lebih dari 1 miliar dollar AS dalam pengembangan komponen mobil tahun ini," ungkap Chairman Huawei, Eric Xu.

Potensi pangsa pasar mobil di China agaknya menjadi salah satu hal yang mendorong Huawei akhirnya ikut terjun mengembangkan bisnis otomotif.

Baca juga: Lacak Penelepon Gelap, Deteksi Gunakan Aplikasi Ini di Android Maupun iPhone

Menurut Xu, ada 30 juta mobil yang terjual di China setiap tahunnya dan jumlah ini terus bertambah.

"Bahkan jika kami tidak memanfaatkan pasar di luar China, jika kami dapat memperoleh rata-rata 10.000 yuan dari setiap mobil yang dijual di China, itu sudah menjadi bisnis yang sangat besar untuk Huawei," kata Xu.

Huawei juga mengonfirmasi akan menjalin kemitraan dengan tiga produsen mobil untuk mewujudkan bisnis mobil listrik tersebut.

Adapun tiga produsen tersebut ialah BAIC Group, Chongqing Changan Automobile Co, dan Guangzhou Automobile Group Co. Xu turut mengatakan, nantinya, mobil listrik yang diluncurkan dari hasil kemitraan ini akan membawa nama Huawei sebagai sub-mereknya.

Tesla Model S
Tesla Model S (Largus)

Selain itu, untuk teknologi self-driving, Huawei mengklaim bahwa teknologi perusahaannya sudah melampaui teknologi yang ada pada mobil listrik pabrikan Tesla.

Misalnya dari sisi kecepatan. Huawei mengklaim mobil listrik yang menggunakan teknologi self-driving milik perusahaan bisa melaju hingga lebih dari 1.000 km tanpa bantuan manusia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GizmoChina, Kamis (15/4/2021).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved