Breaking News:

Berita Banjarbaru

Tindak Lanjuti Persetujuan Pemusnahan, Dispersip Kalsel Mulai Seleksi Arsip Sesuai Prosedur

Dispersip Kalsel menindaklanjuti surat persetujuan pemusnahan arsip, terdiri dari arsip usul permanen 4.316 berkas, arsip usul musnah 7.147 berkas

Nurliani untuk BPost
Tim Dispersip Kalimantan Selatan mulai lakukan persiapan menseleksi arsip-arsip yang akan di musnahkan pada Mei 2021 mendatang 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bulan Ramadhan tidak menghalangi eksistensi kinerja Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Prov Kalsel) yang dikomandoi oleh Kadispersip Kalsel, Dra Hj Nurliani, MAP.

Setelah menjalani berbagai macam kegiatan, Dispersip Kalsel menurut Bunda Nunung sapaan akrab Kadispersip Kalsel mengatakan, pihaknya kembali menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Selatan tentang persetujuan pemusnahan arsip.

Adapun data arsip tersebut, terdiri dari arsip usul permanen sebanyak 4.316 berkas dan arsip usul musnah sebanyak 7.147 berkas.

Arsip-arsip tersebut adalah arsip substantif dan fasilitatif dari lima SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel atau disebut Pemprov Dati I Kalsel, diantaranya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BP 7 dan Dinas Kesehatan.

Baca juga: Layanan Perpustakaan Dispersip Kalsel Tetap Buka Selama Ramadhan 1442 H

Baca juga: Peringati Hari Buku Sedunia, Dispersip Kalsel Gelar Webinar Ke-26, Hadirkan Andi Arsyil Rahman

Nurliani mengungkapkan, rencana kegiatan pemusnahan fisik arsip tersebut digelar Mei 2021.

Lanjutnya, sembari menunggu turunnya rekomendasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pihaknya sudah mulai menyeleksi arsip yang usul musnah.

"Sebelumnya juga pernah dilakukan sekitar 2018, 2019, April 2020, November 2020 dan pemusnahan kembali dilakukan Mei 2021," kata Nurliani.

Penyusutan terhadap arsip-arsip, menurut penjelasan orang nomor satu di Dispersip Kalimantan Selatan ini tidak sembarangan.

Ada tahapan prosedur yang dilakukan, diantaranya arsip haruslah yang terlebih dahulu melalui verifikasi atau penilaian serta tidak memiliki nilai guna kesejarahan.

Baca juga: Masih Pendemi dan Pasca Banjir, Mobil Dinas Wali kota Banjarbaru dan Wakil Dianggarkan di Perubahan

Baca juga: Derita Tumor di Mulut, Warga Kuin Cerucuk Banjarmasin ini saat Tidur pun Sedia Cermin

"Tidak bisa sembarang musnahkan arsip dan hal tersebut juga tertuang dalam Pasal 86 UU No 43 Tahun 2009, pemusnahan arsip yang tidak sesuai prosedur akan kena sanksi pidana penjara 10 tahun," ungkapnya.

"Bila ada arsip yang tidak dimusnahkan serta mempunyai nilai pertanggungjawaban pemerintah daerah maka menjadi bukti bersejarah di Kalsel," sambungnya.

Dalam proses tersebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan, menyeleksi atau memilah arsip yang mana akan dimusnahkan di Depo Arsip Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

Ramadhan kali ini, Nurliani dan tim memilih memanfaatkan waktu seefektif dan semaksimalnya untuk persiapan pemusnahan arsip.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved