Breaking News:

Berita Palangkaraya

Wabah Corona Kalteng, Pasien Meninggal Tertular Covid -19 Kebanyakan Punya Penyakit Komorbid

Penyebaran Covid-19 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga, Kamis (15/4/2021) masih terus bertambah.

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Data penyebaran Covid-19 Kalteng, Kamis (15/4/2021) sore. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Wabah corona Kalteng, Penyebaran Covid-19 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga, Kamis (15/4/2021) masih terus bertambah.

Kota Palangkaraya, satu-satunya dari 13 kabupaten dan 1 kota di Kalteng yang masuk zona merah dan angka penyebarannya paling tinggi.

Berdasarkan data Media Center Covid-19 Kalteng, kasus konfirmasi positif di Palangkaraya mencapai 5.150 orang bertambah 36 orang, pasien dalam perawatan 1.120 orang berkurang 24 orang, pasien sembuh 3.868 orang bertambah 60 orang dan pasien meninggal dunia mencapai 162 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangkaraya, Andjar Hari Purnomo mengungkapkan, jumlah warga Kota Palangkaraya yang meninggal dunia akibat covid-19 cendrung terus bertambah." Data tanggal 12 April 2021, dalam sehari tercatat enam orang meninggal dunia,”ujarnya.

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Vaksin Covid-19 untuk Lansia Mulai Dilaksanakan di Kapuas

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Kadisdik Kapuas Minta Sekolah Tak Ada Kluster Baru Covid-19 Saat Pembelajaran

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Tim Satgas Covid-19 Palangkaraya Awasi Protokol Kesehatan Saat Acara di Gedung

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Ribuan Guru Palangkaraya Masuk Daftar Tunggu Vaksinasi Covid-19

Angka kasus warga yang meninggal dunia akibat covid-19 yakni, Kelurahan Panarung 3 kasus, Kelurahan Langkai 3 kasus, Kelurahan Menteng 5 kasus, Kelurahan Palangka 10 kasus dan Kelurahan Bukit Tunggal 4 kasus."Enam kasus yang dilaporkan meninggal yakni 1 orang pasien yang berasal dari Kecamatan Pahandut dan 5 pasien dari Kecamatan Jekanraya,” ujarnya.

Rentang usia warga yang meninggal 1 pasien meninggal dengan usia 36-40 tahun, 1 pasien dengan usia 46-50 tahun, 1 pasien dengan usia 56-60 tahun, 2 pasien dengan usia 61-65 tahun dan 1 pasien dengan usia 66-70 tahun.

"Pasien meninggal memiliki penyakit penyerta (komorbit) degeneratif dengan kondisi kesehatan yang rata-rata lansia berusia di atas 50 tahun,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved