Breaking News:

Berita Tabalong

Diduga Laka Tunggal, Pengendara Motor Tewas Setelah Dilarikan ke RSUD H Badaruddin Tanjung

Kecelakaan lalulintas terjadi di kawasan Jalan trans Kalsel Kaltim, tepatnya di daerah Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel, Sab

Foto Satlantas Polres Tabalong
Petugas Satlantas Polres Tabalong berada di lokasi terjadinya laka tunggal. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Kecelakaan lalulintas terjadi di kawasan Jalan trans Kalsel Kaltim, tepatnya di daerah Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel, Sabtu (17/4/2021).

Dalam kejadian ini menyebabkan satu pengendara meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD H Badaruddin Kasim, Maburai, Tabalong.

Dari informasi beredar, korban yang menggunakan sepeda motor ini diduga mengalami kecelakaan tunggal saat datang dari arah menuju ke dalam kota.

Korban diketahui seorang pria muda bernama Aldi yang merupakan warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong.

Baca juga: Kang Pipit Kecelakaan, ini Sinopsis Preman Pensiun 5 Episode 18 April 2021

Baca juga: Mencegah Terjadinya Kecelakaan, Bupati Tapin Berharap Sepanjang Jalan Ahmad Yani Diperbaiki Permanen

Baca juga: Sejak Angkutan Sawit Masuk Jalan Kota Sampit, Sering Terjadi Kecelakaan karena Sopir Ugal-ugalan

Baca juga: Tekan Kecelakaan, Satlantas Polres Tabalong Buat Program Polantas Bajalan

Berdasarkan seragam dan tanda pengenalnya, korban diketahui karyawan salah satu perusahaan di Kabupaten Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasatlantas Polres Tabalong Iptu Narendra Rian Agusta, dikonfirmasi, Sabtu (17/4/2021) siang, membenarkan adanya kecelakaan itu.

"Kejadiannya pagi tadi sekitar pukul 06.00 wita," kata Narendra.

Menurutnya, peristiwa ini merupakan kecelakaan tunggal karena menghindari polisi tidur atau garis kejut yang ada di depan pos guru danau.

Saat itu korban akhirnya menabrak water barier yang selama ini memang sudah terpasang di bagian titik tengah badan jalan sebagai pembatas.

Dari insiden tersebut korban cukup parah dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit hingga akhirnya nyawanya tak tertolong lagi.

"Sudah dibawa keluarga ke Kembang Kuning," katanya.

Atas kejadian ini, kasatlantas mengimbau,
bagi seluruh pengguna jalan raya, apabila sedang berkendara dan bertemu dengan garis kejut atau polisi tidur, diharapkan untuk mengurangi kecepatan dan tetap melintasi.

Bukan malah menghindari polisi tidur yang malah mengambil jalur orang lain, atau merusak fasilitas jalan raya lainnya.

"Ingat, cepat bukan berarti tepat. Hati-hati dalam berkendara, biar lambat asal selamat," katanya. (banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved