Diskon Tarif Listrik

Diskon Tarif Listrik Hanya Sampai Juni 2021, Begini Cara Mendapatkannya

Diskon tarif listrik masih diberikan pemerintah hingga Juni 2021. Namun untuk diketahui, subsidi diberikan tidak 100 persen.

Editor: M.Risman Noor
Humas PLN Kalselteng untuk BPost
PLN siap Perpanjang Stimulus Listrik Periode April – Juni 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Diskon tarif listrik masih diberikan pemerintah hingga Juni 2021. 

Namun untuk diketahui, subsidi diberikan tidak 100 persen. Melainkan menjadi 50 persen.

Pemerintah resmi memperpanjang subsidi listrik untuk golongan rumah tangga dan industri kecil dan menengah hingga Juni 2021.

Subsidi tetap diberikan namun pelanggan 450 VA hanya menerima diskon tarif listrik sebesar 50 persen dan pelanggan 900 VA menerima diskon sebesar 25 persen.

Baca juga: Bulan Ini Terlewat, Pendaftaran BPUM Rp 1,2 Juta Masih Dibuka Hingga 31 Agustus 2021

Baca juga: BST April 2021 Sudah Cair di Pos Indonesia, Cek dtks.kemensos.go.id dan Siapkan Syarat Pengambilan

"Untuk periode kuartal II sudah ada keputusan dari pemerintah yang diterbitkan, di mana keputusan intinya seluruh pelanggan yang menerima stimulus di periode 2020 dan kuartal I, nilainya 50 persen diberikan di kuartal II," kata EVP ATS PT PLN (Persero) Tohari Hadiat dalam "Dialog Produktif Rabu Utama" secara virtual, Rabu (14/4/2021).

PLN Kalselteng, berhasil menghadirkan listrik di Desa Teluk Timbau, Damparan, Lehai, Mangkatir, Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan.
PLN Kalselteng, berhasil menghadirkan listrik di Desa Teluk Timbau, Damparan, Lehai, Mangkatir, Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan. (Foto PT PLN (Persero) UIW KSKT)

Tohari menuturkan, jumlah pelanggan penerima diskon listrik pada kuartal II-2021 ini tidak berubah, sama seperti di kuartal I dengan kisaran 30 juta pelanggan.

Ada kemungkinan penerima bertambah jika terdapat pasang baru listrik yang termasuk dalam program subsidi. Namun demikian, diskon tarif listrik tak bisa diklaim secara cuma-cuma lewat website resmi maupun WhatsApp PLN.

Pelanggan baru bisa mendapat subsidi listrik setelah membeli token. Untuk mengetahui besaran subsidi listrik yang diterima, pelanggan bisa memeriksa melalui aplikasi PLN, yakni PLN mobile.

"Kalau kuartal II caranya tinggal dilihat saja di rekeningnya, apakah ada potongan atau tidak. Download (PLN Mobile), nanti kelihatan dapat subsidi atau tidaknya. Seluruh pelanggan bisa lihat di situ," ujar Tohari.

Baca juga: Belum Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta, Cek di eform.bri.co.id/bpum

Tohari juga menyebut, pengurangan diskon listrik membuat anggaran subsidi berkurang sebesar 50 persen. Dari yang semula Rp 4,6 triliun di kuartal I-2021, kini hanya sekitar Rp 2,3 triliun di kuartal II-2021.

Lebih lanjut, perubahan atau penyesuaian diskon tarif listrik ini perlu sosialisasi kepada masyarakat, sehingga info pemotongan diskon bisa dipahami.

PLN pun melakukan persiapan untuk penghitungan rekening yang harus disesuaikan dengan perubahan diskon.

"Tapi ini sudah dilakukan di bulan lalu, dan sudah bisa dijalankan. Sosialisasi bersama pemerintah sudah dilakukan dan kemudian kami meminta teman-teman unit untuk bersosialisasi dengan daerah," pungkasnya.

Sebagai informasi, diskon tarif listrik ini diberikan kepada pelanggan golongan rumah tangga daya 450 VA, bisnis kecil daya 450 VA, dan industri kecil daya 450 VA sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

Sementara itu, pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi mendapat diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

Baca juga: Sudah Hampir 20 April, Coba Cek BLT BPJS Ketenagakerjaan dan Klik sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

Lalu, diskon juga diberikan berbentuk pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul cara-mendapatkan-diskon-tarif-listrik-50-persen-april-juni-2021

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved