Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kelangkaan Elpiji Kalsel, Distribusi Terhambat, Krisis Gas Mengancam Kalsel

Krisis Liquefied Etroleum Gas (LPG) atau elpiji mengancam sebagian besar wilayah yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu ke depan.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/frans
ilustrasi: Warga sedang mengantri membeli elpiji 3 KG di salah satu pangkalan di Banjarmasin. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Krisis Liquefied Etroleum Gas (LPG) atau elpiji mengancam sebagian besar wilayah yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu ke depan.

Lagi-lagi hal ini disebabkan rusaknya infrastruktur Jalan Gubernur Syarkawi, yang menjadi poros utama pendistribusian elpiji di Kalsel.

Sekadar diketahui, selama ini elpiji disuplay dari Depot Mini LPG Pertamina yang berlokasi di sekitar Jembatan Barito, Kabupaten Batola.

Dari Depot Mini LPG Pertamina ini, barulah elpiji didistribusikan ke berbagai Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kalsel menggunakan mobil skidtank.

Baca juga: Lebih Seratus Pangkalan Elpiji Melon Tak Berizin, Pemkab Tala Lakukan Pembinaan

Baca juga: Respons Keluh Kesah Pangkalan Elpiji Melon, Pemkab Tala Siapkan Solusi ini

Baca juga: Pemkab Tala Susun Raperbup Tata Niaga Elpiji Melon, Pangkalan Minta HET Ditinjau Ulang

Baca juga: Pasokan Elpiji Melon di Pelaihari Berlimpah, Kalangan Pangkalan Justru Mengeluh Kesulitan ini

Dan dikarenakan terjadi kerusakan, maka Jalan Gubernur Syarkawi sangat sulit untuk dilalui, sehingga membuat mobil skidtank pun tidak bisa melakukan distribusi secara normal alias terhambat.

Akibatnya distribusi elpiji untuk wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Pelaihari, Batulicin, Tanahbumbu hingga Kotabaru terganggu.

Kondisi ini diperparah juga dengan rusaknya jalan nasional di Desa Sungai Gampa Asahi Batola, dimana diketahui ada beberapa truk syarat muatan terbalik hingga membuat kemacetan.

Kondisi yang terjadi di Desa Gampa Asahi ini pun juga membuat distribusi elpiji ke wilayah Tapin, Kandangan, Barabai, Amuntai, Nagara, Balangan hingga Tabalong pun juga ikut terhambat.

Terkait kondisi ini pula, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel, H Saibani tak menampik jika krisis elpiji bakal melanda berbagai wilayah di Kalsel.

"Stok elpiji di Kalsel sebenarnya bisa dikatakan berlimpah untuk saat ini, apalagi sudah dilakukan penambahan fakultatif sebesar 7,3 persen. Tapi terus terang kami sangat kesulitan untuk mendistribusikannya. Bahkan sekitar dua hari ini kami tidak bisa melakukan distribusi sehingga di beberapa daerah itu kosong, kecuali jika masih ada stok yang sebelumnya. Hal ini juga diperparah dengan kondisi yang terjadi di Desa Gampa Asahi," ujarnya, Sabtu (17/4/2021).

Khususnya untuk distribusi menggunakan Jalan Gubernur Syarkawi sendiri, lanjut Saibani masih bisa sedikit disiasati dengan menggunakan kapal Landing Craft Tank (LCT) yang disewa secara mandiri oleh Pertamina.

"Tapi meskipun demikian, tetap saja pendistribusian tidak bisa dilakukan secara maksimal seperti biasanya," jelasnya didampingi Sekretaris Hiswana Migas Kalsel, HM Irfani.

Terkait dengan kondisi yang sedang terjadi ini, H Saibani pun berharap Pemprov Kalsel maupun instansi berwenang termasuk Balai Jalan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ikut membantu dengan cepat khususnya terkait infrastruktur berupa jalan.

Pasalnya apabila hal ini terus terjadi berlarut-larut, maka krisis elpiji pun bakal benar-benar terjadi nantinya.

"Sebenarnya kami sudah menyampaikan kondisi ini ke Pj Gubernur maupun ke instansi berwenang lainnya. Kami berharap bisa dibantu, karena apabila nantinya terjadi kekosongan di daerah karena sulitnya distribusi maka dipastikan harga pun bakal meroket. Apalagi elpiji merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat, dan di saat ramadan ini tentu sangat diperlukan oleh warga juga," jelasnya.

Saibani pun menerangkan bahwa Hiswana Migas maupun Pertamina sendiri sejauh ini sudah memberikan kontribusinya untuk pemasukan daerah Kalsel melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Dirinya pun berharap Pemprov Kalsel beserta instansi terkait bisa membantu Hiswana Migas Kalsel dan Pertamina saat menghadapi situasi sulit ini.

"Kita punya kontribusi untuk pembangunan daerah dengan menyetorkan kepada kas daerah sekitar 50 hingga 60 milyar per bulannya dan silahkan dicek. Jadi kami tidak hanya sekadar bisa meminta saja, tapi juga memberikan kontribusi," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved