Breaking News:

Berita HST

Analisa Kesuburan Sawah Tertutup Lumpur, Pemkab HST Konsultasi ke Fakultas Pertanian ULM

Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyatakan telah melakukan konsultasi ke Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin,

banjarmasinpost.co.id/hanani
Petani di Desa Bakti Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyatakan telah melakukan konsultasi ke Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, terkait tingkat kesuburan tanah di sejumlah sawah milih petani di HST.

Plt Kepala Dinas Pertanian HST, Misradi, kepada banjarmasinpost.co.id. Minggu (18/4/2021) mengatakan, hasil analisa secara teknis masih memungkinkan untuk usaha pertanian.

“Jadi hasil analisa kimia tanah, sementara secara teknis masih memungkinkan untuk dilakukan usaha pertanian pada lahan tersebut, dengan perlakuan tertentu,”kata Misradi.

Disebutkan, sifat fisik tanah lumpur dengan partikel liat lebih mudah menahan air, sehingga tanaman mudah tergenang. Selain itu, jika terjadi musim kering, cuaca panas atau kemarau panjang, kata Misradi tanah cenderung retak.

Baca juga: Banjir Kalsel, Tunggul Irang Ulu Kabupaten Banjar Terendam Lagi

Baca juga: Banjir Kalsel, Warga Barabai Kabupaten HST Ramai-ramai Bangun Loteng

Baca juga: Banjir Kalsel, Desa Masiraan Kabupaten HST Terendam, Tanaman Padi Kembali Terancam Poso

Baca juga: Banjir Kalsel, Belum Sebulan Dibangun Poliban, Jembatan Darurat di HST Diterjang Arus Deras

“Akibatnya, akar tanaman mudah ikut putus. Untuk itu kami minta pada desa, kelompok tani maupun Gapoktan bersama penyluh pertanian lapangan (PPL) untuk menyusun, atau merumuskan kebutuhan apa saja yang diperlukan jika lahan ingin kembali diusahakan,”katanya.

Disebutkanknya, berdasarkan data DInas Pertanian, sawah yang tertutup lumpur pasca banjir bandang Januari 2021 lalu seluas 272 hektar. Tersebar di Desa ALuan Bakti, Aluan Besar dan Benawa Tengah Kecamatan Batubenawa.

Bersama para Plt masing-masing Kades, Misradi menyatakan sudah melakukan konsultasi ke Fakultas Pertanian ULM beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 100 hektare lahan pertanian yag biasa digarap petani di Desa Aluan Sumur, Aluan Besar dan Desa Bakti Kecamatan Batubenawa dan Desa Matang Hambawang Barabai Darat, Kecamatan Barabai tak bisa digarap.

Akibat banjir bandang Januari 2021 lalu, sawah milik petani tertutup lumpur cukup tebal. Para petani pun bingung tak bisa menanam padi, meski bantuan bibit sudah dibagikan.

Said Harli, petani di Desa Bakti kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan sebelum banjir dia menanam padi 62 borongan atau hampir dua hekter. Namun selain sebagian besar padi rusak, sawahnya juga tertutup lumpur.

“Hanya sedikit yang selamat, sekitar 15 borongan,”katanya. Kondisi yang sama dialami Saleh, petani lainnya. Menurut Saleh sawah tertutup lumpur tersebut sulit digarap lagi.

“Tingginya sekitar 30 senitimeter. Sulit bagi kami menyingkirkan lumpurnya secara manual. Mau ditanami tanaman lain juga tak potensial karena tanah lumpur. APalagi, jika cuaca panas, tanahnya merekah atau retak-retak,”katanya.

Atas kondisi tersebut petani yang sawahnya berlumpur pun hanya bisa pasrah. Menurut Saleh, bantuan bibit sudah dibagikan satu orang satu sak atau isi 50 kilogram oleh Dinas Pertanian. Namun, mereka tak bisa menanam dengan kondisi lahan tertutup lumpur tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved