Breaking News:

Citibank Tinggalkan Indonesia

Citibank Putuskan Angkat Kaki dari Indonesia

Citigroup Inc, perusahaan finansial asal Amerika Serikat itu tidak hanya akan meninggalkan bisnis ritel di Indonesia, tapi juga 12 negara lainnya

kontan.co.id/Fransiskus Simbolon
Pelayanan nasabah Citibank di Citi Smart Branch. 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kondisi perekonomian yang masih sulit akibat pandemi covid-19, ternyata berdampak pada aktivitas layanan perbankan, khususnya kredit.

Walaupun berbagai aktivitas ekonomi mulai bergerak awal tahun ini, namun nilai transaksi kartu kredit perbankan di tanah air masih melambat.

Kondisi sulit ini membuat salah Citigroup Inc memutuskan angkat kaki dari Indonesia.

Perusahaan finansial asal Amerika Serikat itu tidak hanya akan meninggalkan bisnis ritel di Indonesia, tapi juga 12 negara lainnya di Asia dan kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika.

Baca juga: Belum Dapat BLT UMKM April 2021? Masih Ada Peluang Mendaftar Hingga Agustus 2021, Simak Caranya

Baca juga: Bicara Nikita Mirzani Makin Tak Jelas, Kondisi Nyai Teler Pasca Operasi Memantik Reaksi Dokter

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total jumlah kartu kredit yang beredar per Februari 2021 mencapai 16,79 juta atau turun 4,6% secara tahunan (year on year/YoY).

Dalam dua bulan pertama tahun ini, frekuensi transaksi kartu utang ini juga turun 27% YoY jadi 41,9 juta dengan nilai transaksi anjlok 35% YoY menjadi Rp 35,41 triliun.

Citigroup akan menfokuskan perbankan konsumen di Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab dan London. Di Indonesia, Citigoup melalui Citibank Indonesia menggarap bisnis ritel salah satunya lewat layanan kartu kredit.

Pelayanan nasabah Citibank di Citi Smart Branch.
Pelayanan nasabah Citibank di Citi Smart Branch. (kontan.co.id/Fransiskus Simbolon)

Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, keputusan untuk keluar dari bisnis ritel di Indonesia merupakan strategi baru Citi untuk menciptakan peluang dan fokus baru dalam berbisnis. Menurut dia, penyegaran strategi ini akan menciptakan peluang besar bagi Citi Indonesia untuk menawarkan nilai proposisi yang berbeda dan unik kepada para klien.

Citi Indonesia akan fokus menggarap layanan perbankan institusional. Saat ini bank ini melayani 90% dari 20 perusahaan terbesar di Indonesia dan menghimpun dana lebih dari US$ 10 miliar tahun 2020.

Halaman
12
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved